Senin, 4 Mei 2026

NATUNA TERKINI

Natuna Punya Ikon Baru, Bupati Resmikan saat Malam Pergantian Tahun

Natuna kabupaten terdepan Kepri punya ikon baru. Bupati meresmikannya saat malam pergantian tahun.

Tayang:
TribunBatam.id/Muhammad Ilham
Bupati Natuna Wan Siswandi sesudah meresmikan ikon baru di kabupaten terdepan Kepri saat malam pergantian tahun, Jumat (31/12/2021). 

Malam pergantian tahun tinggal menghitung jam, tampak pernak pernik penghias malam pergantian tahun pun berjejer dijual pedagang di Kota Ranai.

Baca juga: Polres Natuna Simulasi Rekayasa Lalu Lintas, Cegah Kerumunan Kendaraan saat Akhir Tahun

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Kapal Angkut Ikan Natuna Tenggelam Dihantam Gelombang

Seperti terompet, petasan dan kembang api sudah menjamur di pinggir jalan sepanjang kota Ranai, Jumat (31/12/2021).

Seperti diketahui, momen pergantian malam tahun baru identik dengan terompet, petasan dan kembang api.

Tanpa ada kemilauan cahaya dari kembang api dan suara terompet tentu momen pergantian tahun baru tidak akan meriah.

Pantauan TribunBatam.id, tampak para pedagang terompet dan pertasan sudah membuka lapaknya sejak pagi di Jalan Datuk Kaya Wan Moh. Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Firdaus (53) salah satu pedagang terompet dan pertasan, ia mengaku sudah 7 hari membuka lapak jualannya.

Menurutnya, meskipun masih di tengah pandemi, barang dagangannya lebih banyak yang laku terjual ketimbang tahun lalu.

"Alhamdulillah bang, untuk tahun ini lumayan banyak pembeli, kadang 1 hari sejak saya buka minggu lalu penghasilan yang masuk itu kurang lebih 2 sampai 3 juta perharinya," kata Firdaus, di lapak jualannya.

Menurutnya, besarnya pendapatan yang ia peroleh dari hasil jualan pernak pernik malam pergantian tahun itu disebabkan dengan kondisi Natuna yang sudah zona hijau dan tidak ada kasus positif Covid-19.

Meskipun demikian, ia juga mengatakan bahwa pihak kepolisian juga telah memberikan himbauan kepada pedagang petasan dan terompet, untuk tidak menjual petasan yang ukuran terlalu besar.

Baca juga: RSBP Batam Rawat Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda, Kabag Protokol Ungkap Kondisinya

Baca juga: DPRD Natuna Bongkar Dapur Dinas Pendidikan, Rencana Bangun Kelas Masih Wacana

"Kemarin polisi datang ke sini memberikan himbauan terkait jenis ukuran petasan yang boleh dijual, jadi kami di sini hanya jual yang ukuran kecil dan sedang saja," jelasnya.

Diketahui harga terompet, petasan dan kembang api yang ia jual sangat pervariasi.

Untuk terompet berbentuk kerucut ukuran kecil dibanderol dengan harga Pp 10 ribu, kemudian ukuran sedang dijual dengn harga Rp 15 ribu, dan ukuran paling besar dijual dengan harga Rp 30 ribu.

Selain itu untuk harga jual mercun tembak pun dijual secara bervariasi, mercun tembak ukuran panjang kecil dibanderol Rp 20 ribu perbatang, Rp 50 ribu perbatang, Rp 100 ribu perbatang dan paling mahal Rp 200 ribu.

Sedangkan untuk kembang api panjang dijual per 3 ikat, satu ikatnya terdapat 5 buah kembang api, dijual dengan harga Rp 10 ribu dan untuk kembang api ukuran kecil dijual per kotak dengan harga Rp 8 ribu.

Menurutnya, satuan harga jual untuk terompet, kembang api dan petasan masih terbilang murah.

"Meskipun hanya untung kecil, tapi Alhamdulillah bang bisalah bantu-bantu penghasilan kita di akhir tahun ini," tutupnya.(TribunBatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Natuna

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved