Breaking News:

Persiapan Pemko Tanjungpinang Jadi Pintu Masuk Perjalanan dari Luar Negeri

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma sebut Tanjungpinang masuk sebagai salah satu daerah pintu masuk perjalanan luar negeri yang ditetapkan pusat

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Wali Kota Tanjungpinang bersama unsur FKPD meninjau rumah perlindungan BP2MI dan RPTC untuk memastikan kesiapan masuknya pelaku perjalanan dari luar negeri, Senin (3/1/2022) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) meninjau rumah perlindungan di UPT BP2MI dan RPTC pada Senin (3/1/2022).

Peninjauan tersebut untuk memastikan persiapan fasilitas rumah perlindungan bagi para pelaku perjalanan luar negeri ke Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma mengatakan, saat ini kota yang dipimpinnya masuk sebagai salah satu daerah pintu masuk perjalanan luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

"Dengan ditetapkannya Tanjungpinang sebagai pintu masuk perjalanan luar negeri maka, tentu perlu kita pastikan kesiapan segala sesuatunya," ujar Rahma di halaman Kantor BP2MI.

Meski pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Tanjungpinang didominasi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI), namun pihaknya juga akan mempersiapkan fasilitas karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri non PMI.

Kesiapan fasilitas tersebut lanjutnya, masih dalam tahap pembahasan bersama unsur FKPD Kota Tanjungpinang dan akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Selain rumah perlindungan BP2MI dan RPTC bagi PMI, kita juga harus mempersiapkan karantina berupa hotel untuk warga negara asing non PMI," terangnya.

Meski tak terperinci, Rahma menjelaskan, bahwa karantina tersebut nantinya disediakan melalui kerja sama dengan pihak terkait.

Baca juga: Daftar 15 Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Tanjungpinang, Senin 3 Januari 2022

Baca juga: Langgar Aturan, 2.129 Kendaraan Kena Tilang di Tanjungpinang Selama 2021

"Tujuannya, supaya nanti mereka tidak bingung dan pengawasannya lebih mudah. Kita akan lengkapi fasilitasnya, namun tentu dengan biaya mandiri. Selain itu tentu mereka tidak boleh keluar selama dalam proses karantina," sebut Rahma.

Sementara itu, di lokasi yang sama, Kepala UPT BP2MI Mangiring Halomoan Sinaga menerangkan, daya tampung yang ada di rumah perlindungan BP2MI dapat mencapai 30 hingga 40 orang dengan kriteria rentan, seperti lansia, ibu hamil dan anak-anak.

"Fasilitas yang kita sediakan di sini berupa tempat tidur, ruang ber AC, ruang pantry, makan kita beri 3 kali sehari, selain itu kita lengkapi dengan fasilitas olah raga dan wajib berjemur setiap paginya," paparnya.

Sebelum dibawa ke rumah perlindungan, Kata Mangiring, kepada sejumlah PMI yang tiba di pelabuhan maupun bandara akan dilakukan pemeriksaan rapid tes antigen terlebih dahulu.

"Apabila hasilnya negatif maka bisa masuk namun apabila positif lansung dievakuasi ke karantina Covid-19 yang telah disediakan oleh Pemerintah. Nantinya akan diambil langkah-langkah pemeriksaan tes PCR pertama dan karantina selama 10 hari dan selanjutnya pemeriksaan PCR 2, apabila negatif akan kita pulangkan ke daerah asal," tukasnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved