Minggu, 10 Mei 2026

BATAM TERKINI

Sepatu Sekolah Hanyut Terbawa Banjir, Anak-anak Kampung Aceh Batam Butuh Bantuan

Korban banjir di Kampung Aceh Batam mengaku membutuhkan bantuan seragam sekolah dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak karena seragam mereka hanyut.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Warga Kampung Aceh saat memilih baju di Posko Korban Banjir RW 14 Muka Kuning Sei Beduk Batam. Anak-anak di kampung ini membutuhkan bantuan sepatu dan peralatan sekolah. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Warga Kampung Aceh masih membuat Posko Korban Banjir RW 14 Muka Kuning Sei Beduk.

Saat ini mereka membutuhkan perlengkapan sekolah untuk anak-anak dan kasur.

"Kalau baju-baju dari warga dan makanan, Insya Allah masih cukup. Cuma kita butuh perlengkapan sekolah seperti buku-buku, alat tulis, seragam sekolah, tas dan sepatu," ujar Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kelurahan Muka Kuning dan juga warga terdampak banjir, Miswar, Rabu (5/1/2022).

Diakuinya sejauh ini anak-anak warga Kampung Aceh juga sudah mulai sekolah. Tapi ada beberapa anak-anak yang berangkat sekolah tidak menggunakan sepatu sekolah.

"Ini karena sepatu mereka hilang saat banjir kemarin," ujar Miswar saat didampingi Wakil LPM, Syahabuddin.

Selama ini bantuan yang datang masih dari organisasi masyarakat, partai dan masyarakat.

Pihaknya belum menerima bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Batam PPKM Level 2 Cuma Satu-Satunya di Kepri, Dampak Pemulangan PMI?

Baca juga: BATAM Tiap Tahun Banjir, Ketua DPRD Minta Pemerintah Evaluasi Pembangunan Infrastruktur

"Bantuan pemerintah belum ada. Dinsos memang ada berikan kami tenda. Namun karena lokasi kami sempit, tenda dari Dinsos tak bisa kami gunakan. Kami masih menunggu katanya ada. Jadi Posko ini sebenarnya teras rumah saya sekaligus tempat jualan," kata Miswar.

Ia melanjutkan posko ini masih berdiri selama 3 hari, lantaran sewaktu musibah banjir mereka tak bisa langsung mendirikan posko tersebut. Dikarenakan kondisi airnya masih tinggi.

"Waktu itu kondisinya masih jorok dan digenangi air. Makanya tak bisa langsung buat Posko," ujarnya.

Pantauan Tribunbatam.id, sejumlah warga masih menjemur perabotan rumah tangga. Seperti misalnya lemari, kasur dan bantal yang masih basah.

Tak hanya itu, ada juga 1 unit rumah yang mengalami rusak parah. Bahkan sejumlah rumah kosong yang belum ditempati kembali oleh warga.

"Ada 400 KK yang terdampak.RW 14 terdiri dari 6 RT. Tapi 3 RT yang lebih parah. Pertama RT 02 Kampung Aceh, RT 03 Kampung Tower dan RT 05 Kampung Gotong Royong. Sebagian lagi Kampung Nusantara RT 4 ada 4 KK. RT 01 6 KK. Totalnya 400 KK," paparnya.

Waktu kejadian, lanjut Miswar, pengungsian ada 4 titik. Ada yang mengungsi di Gereja Pintu 1 Piayu, 2 di Masjid dan 1 lagi di Kantor Lurah.

"Sekarang sebagian warga ada yang sudah kembali ke rumah masing-masing ada juga yang masih mengungsi. Lantaran rumah yang di belakang rusak dan perabotannya pada hilang. Lantaran air mencapai 3 meter," katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved