BERITA CHINA

Jejak China di Natuna Sudah Lama, Sampai ke Nusantara Pada Masa Dinasti Tang

Di catatan Dinasti Sung yang dikumpulkan Groeneveldt, Natuna jadi salah satu tempat yang sering dikunjungi pelaut China meski pusat kegiatan di Jawa

dok_wiikipedia
Gugus Kepualauan Anambas di Laut Natuna Utara atau Laut China Selatan 

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pulau Bungaran yang ada di Natuna menjadi tempat singgah kapal-kapal yang akan masuk ke Sriwijaya dari Laut China Selatan.

Dengan aktivitas perniagaan yang tinggi, membuat banyak bangsa asing yang masuk ke Kepulauan Riau, termasuk Natuna.

Peningalan yang bisa dijadikan bukti rekam jejak di Natuna adalah adanya arkeologis benda-benda kuno di sekitar kepulauan Natuna.

Dalam laporan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2015, mengumpulkan banyak peninggalan berupa keramik, kain logam, tembikar dan lain-lainnya.

Kebanyakan peninggalan yang ditemukan kebanyakan dari China Daratan, mulai dari masa Ching, Ming, Yuan, bahkan Song.

Temuan tersebut menjadi bukti bahwa Pulau Natuna dan sekitarnya telah dihuni oleh beberapa bangsa, terkait dengan perniagaan global, posisi dan potensinya berada di persimpangan.

Meski menjadi pulau yang kecil, ternyata Pulau Natuna menjadi cukup potensial dan sudah diperhatikan oleh pelaut Asia.

Baca juga: Sederet Bukti Laut Natuna Begitu Seksi di Mata Banyak Negara, Kapal Asing Sibuk di Sana!

Baca juga: China Kian Sangar Klaim Laut Natuna Utara, AS Hingga Jerman Kirim Armada Militer

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved