Breaking News:

CORONA KEPRI

Vaksin Covid-19 Booster di Kepri, Dinkes Tanjungpinang Tunggu Arahan Pusat

Kadinkes Tanjungpinang Elfiani Sandri bilang, untuk vaksinasi booster di luar nakes, pihaknya belum dapat ketentuan lebih lanjut dari pusat

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Vaksin Covid-19 Booster di Kepri, Dinkes Tanjungpinang Tunggu Arahan Pusat. Foto Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah pusat mencanangkan program vaksinasi tahap ketiga guna mengantisipasi merebaknya jumlah kasus virus covid-19 varian baru Omicron.

Nantinya program ini ditujukan kepada masyarakat usia 18 tahun ke atas dan lansia dengan kondisi rentan menggunakan vaksin booster.

Program vaksin covid-19 booster dijadwalkan akan dimulai tanggal 12 Januari 2022.

Vaksin booster ini akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni berbayar dan gratis bagi masyarakat.

Untuk di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang kini telah berstatus zona hijau, pelaksanaan vaksinasi booster masih belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Elfiani Sandri, Kamis (6/1/2022).

"Untuk saat ini kita masih fokus pada vaksinasi sasaran anak usia 6-11 tahun. Kalau vaksinasi tahap ketiga booster selain untuk nakes, kita belum dapatkan ketentuan lebih lanjutnya," ujar Elfiani.

Disinggung apakah Kota Tanjungpinang termasuk dalam kriteria daerah yang layak untuk menggunakan vaksin booster, Elfiani pun belum mengetahuinya.

Baca juga: Cara Mendapatkan Vaksin Booster Covid-19 Pada 12 Januari 2022

Baca juga: SAH, Vaksin Booster Dimulai 12 Januari 2022, Ini Syarat, Kriteria dan 3 Opsi Penerima

"Ya itu, kita masih mendapatkan ketentuan lebih lanjutnya. Kita tunggulah informasi selanjutnya," jelasnya.

Kendati demikian, Elfiani menjelaskan manfaat vaksinasi pada tubuh manusia prinsipnya sama. Yakni untuk menciptakan kekebalan tubuh.

Namun dengan adanya tahapan dosis vaksinasi yang diberikan lebih dari satu kali, maka jumlah kekebalan tubuh akan jauh lebih tinggi dari suntikan dosis pertama.

"Jadi kalaupun ada suntikan ketiga prinsipnya sama. Kalaupun tidak ada suntikan ketiga, di dalam tubuh itu sudah terbentuk sel memori, ketika ada serangan tubuh akan mengingat dan memunculkan antibodi," terangnya.

Terkait vaksin booster yang akan berbayar, Elfiani turut membenarkan hal tersebut.

"Ya mungkin saja, bagi masyarakat umum itu nantinya akan berbayar," tukasnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved