BERITA CHINA
China Bidik Pulau Bintan Kepri, Kucurkan Dana USD 1,76 Miliar Garap Bisnis Strategis
Sejumlah investor di China membidik Pulau Bintan, Provinsi Kepri untuk berinvestasi. Dana yang mereka kucurkan pun tak main-main.
TRIBUNBATAM.id - China dan kekuatan ekonominya mungkin sudah tak diragukan lagi.
Negara yang kini dipimpin Xi Jinping itu berinvestasi pada sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia.
Skema kerja sama antar negara pun dibuat untuk proyek infrastruktur bernilai fantastis.
Sebut saja proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Proyek dengan nilai Rp 113 triliun ini sebelumnya bekerja sama dengan perusahaan asal China.
Dalam hal ini sejumlah perusahaan konsorsium BUMN Indonesia dengan konsorsium BUMN China.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) namanya.
Rinciannya Konsorsium BUMN Indonesia bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), terdiri dari PT Wijaya Karya Tbk dengan kepemilikan saham 38 persen.
Baca juga: Ambisi China Garap Proyek Matahari Buatan Selain Militer dan Ekonomi
Baca juga: Jejak China di Natuna Sudah Lama, Sampai ke Nusantara Pada Masa Dinasti Tang
Kemudian PT KAI dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII dengan kepemilikan saham masing-masing 25 persen, dan PT Jasa Marga Tbk dengan kepemilikan saham 12 persen.
Konsorsium PSBI memiliki saham sebesar 60 persen di KCIC.
Sedangkan sisanya 40 persen dimiliki oleh konsorsium BUMN China yaitu Beijing Yawan HSR Co.Ltd.
China sebelumnya mengerahkan 33 tenaga ahli untuk menggesa proyek tersebut.
Kini sejumlah investor China membidik Pulau Bintan, Provinsi Kepri.
Dalam forum China Economic Summit yang dibesut oleh Asia Brand Group, China Association for Asian Economic Development (CAEDA) dan Taihe Group Limited yang diikuti lebih dari 200 pengusaha Tiongkok di Shanghai berlangsung tanggal 28 Desember 2021, terungkap kerja sama untuk membangun Pulau Bintan dengan nilai fantastis.
Dalam forum tersebut telah disepakati 3 MoU kerja sama senilai USD 1,76 miliar untuk sektor keuangan, energi baru dan logistik sebagai komitmen para pebisnis Indonesia dan Tiongkok untuk bersama-sama membangun Pulau Bintan.