DISKOMINFO LINGGA
Nizar Ingin Talam Sehidang Jadi Ikon Desa Tanjung Harapan Lingga
Bupati Lingga M Nizar kagum dengan kekompakan masyarakat Desa Tanjung Harapan dalam menyukseskan acara Talam Sehidang. Diharapkan itu jadi ikon
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Pemerintah daerah membuka diri untuk ikut menyukseskan kegiatan selanjutnya.
"Jadikan ini ikon Tanjung Harapan. Kabupaten Lingga tidak akan mengambil kegiatan ini. Apa pemerintah daerah bisa bantu, dapat disampaikan," pintanya.
Nizar menilai lewat kegiatan Talam Sehidang, pemerintah Desa Tanjung Harapan juga berhasil menciptakan majelis baru yang bernuansa klasik, dan sangat kental dengan Melayu tempo dulu.
Nizar meminta kepada Dinas Kebudayaan untuk memberikan piagam penghargaan dari Bupati Lingga, kepada pemerintah desa sebagai bentuk apresiasi.
"Mudah-mudahan sesuai dengan harapan menjadi kegiatan tahunan Desa Tanjung Harapan. Dan output dari kegiatan ini bisa dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat," harapnya.
Sementara Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwan mengatakan, tak menduga majelis yang mereka helat bisa semenarik ini dan memberikan nilai positif kepada masyarakatnya.
Gagasan menciptakan kegiatan ini adalah upaya menjaga dan melestarikan budaya Melayu.
"Seperti gayung bersambut, rencana yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Kebudayaan disambut baik elemen masyarakat. Dari BUMDes dan Sanggar Seni Tanjung Harapan mengajak bagaimana majelis yang digelar dapat mengenang masa dulu," jelasnya.
Menurut Irwan, majelis yang dibuat punya nilai kekeluargaan karena budaya Melayu mengajarkan semangat gotong royong yang tinggi.
"Dengan dukungan semua pihak, insyaallah ini bisa dijadikan event tahunan. Mudah-mudahan," harapnya.
Talam Sehidang di Lingga
Masyarakat Desa Tanjung Harapan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau membuat acara unik yang diberi nama 'Talam Sehidang'.
Kegiatan ini digelar sejak 4 hingga 5 Januari 2022.
Talam Sehidang menggambarkan sebuah kebiasaan masyarakat Melayu pada tempo dulu, sebelum adanya teknologi modern.
Baik itu dari busana, makanan dan minuman khas, kebiasaan menerima tamu, adat perkawinan, cara memasak dengan tungku api dan sendok kayu, serta lampu pelita. Semuanya memperlihatkan sebuah kebiasaan masyarakat Melayu pada zaman dulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0701nizar-talam-sehidang.jpg)