Kamis, 4 Juni 2026

BERITA CHINA

Menakar Ekonomi China di Dunia, Kenapa Made in China Banyak Ditemui

Ada beberapa alasan kenapa mengguritanya produk asal China menyebar ke penjuru dunia termasuk Indonesia, di mana pada produk tertulis Made in China

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
FOTO ILUSTRASI - Menakar Ekonomi China di Dunia, Kenapa Made in China Banyak Ditemui 

Kendati demikian, banyaknya tenaga kerja di China sangat membantu kala dibutuhkan produksi dalam jumlah besar, mengakomodasi kebutuhan industri musiman, dan memenuhi permintaan mendadak di luar jadwal permintaan.

Baca juga: Tiongkok Puji Sikap Keras Kazakhstan ke Pengunjuk Rasa, Presiden China: Sangat Bertanggung Jawab

2. Ekosistem bisnis yang baik

Seperti diketahui, industri produksi tidak berlangsung sendiri-sendiri melainkan bergantung pada jaringan pemasok, produsen komponen, distributor, instansi pemerintah, dan pelanggan yang semuanya terlibat dalam proses produksi melalui persaingan dan kerja sama.

Nah ekosistem bisnis tersebut telah berkembang cukup banyak di China selama 30 tahun terakhir.

Misalnya di Shenzhen, sebuah kota yang berbatasan dengan Hong Kong ini telah berkembang sebagai pusat industri elektronik.

Sehnzen telah mengembangkan ekosistem untuk mendukung rantai pasokan manufaktur, termasuk produsen komponen, pekerja berbiaya rendah, tenaga kerja teknis, pemasok perakitan, dan pelanggan.

Bahkan perusahaan Amerika Serikat (AS) seperti Apple Inc. memanfaatkan efisiensi rantai pasokan China untuk menjaga biaya tetap rendah dan margin tinggi.

Foxconn Technology Group, produsen elektronik yang berbasis di Taiwan, memiliki banyak pemasok dan produsen komponen yang berada di lokasi terdekat.

Pasalnya, bagi banyak perusahaan sangat tidak efektif secara ekonomi untuk membawa beberapa komponen untuk dirakit hingga jadi produk akhir ke AS.

Baca juga: Tiongkok, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat Asal Impor Batam, China Catat Terbesar

3. Rendahnya kepatuhan hukum

Pabrik-pabrik asal China dikenal tidak mengikuti sebagian besar undang-undang dan pedoman dasar mengenai pekerja anak, pekerja paksa, kesehatan dan keselamatan pekerja, udang-undang upah minimum, dan perlindungan lingkungan.

Secara historis, pabrik-pabrik China telah mempekerjakan pekerja anak, menerapkan jam kerja yang panjang, dan tidak memberikan asuransi kompensasi kepada pekerja.

Beberapa pabrik bahkan memiliki kebijakan di mana pekerja dibayar setahun sekali sebagai sebuah strategi untuk mencegah pekerja berhenti sebelum akhir tahun.

Dihadapkan dengan kritik-kritik mengenai hal tersebut, pemerintah China mengklaim telah melembagakan reformasi yang melindungi hak-hak pekerja dan memberikan kompensasi yang lebih adil.

Namun, kepatuhan terhadap aturan di banyak industri rendah dan perubahan berjalan lambat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved