Kamis, 4 Juni 2026

BERITA CHINA

Menakar Ekonomi China di Dunia, Kenapa Made in China Banyak Ditemui

Ada beberapa alasan kenapa mengguritanya produk asal China menyebar ke penjuru dunia termasuk Indonesia, di mana pada produk tertulis Made in China

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
FOTO ILUSTRASI - Menakar Ekonomi China di Dunia, Kenapa Made in China Banyak Ditemui 

Selain itu, undang-undang perlindungan lingkungan secara rutin diabaikan, memungkinkan pabrik-pabrik China untuk mengurangi biaya pengelolaan limbah.

Baca juga: Ada Lawan? China: Kami akan Terus Memodernisasi Persenjataan Nuklir

4. Diskon pajak bagi konsumen

Kebijakan pajak ekspor dimulai tahun 1985 di China sebagai cara untuk meningkatkan daya saing ekspornya dengan menghapuskan pajak berganda atas barang ekspor.

Barang ekspor dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) nol persen, yang berarti mereka menikmati kebijakan pembebasan PPN atau potongan harga.

Seperti dikutip dari kompas.com, produk konsumen dari China juga dibebaskan dari pajak impor apa pun.

Tarif pajak yang lebih rendah ini membantu menjaga biaya produksi tetap rendah, memungkinkan negara untuk menarik investor dan perusahaan yang ingin memproduksi barang-barang murah.

5. Perang tarif produk China dan AS

Pada Juli 2018, AS mengumumkan tarif khusus produk China dengan menargetkan 818 produk impor China senilai 34 miliar dollar AS.

Ini adalah putaran pertama dari banyak tarif yang dikenakan oleh kedua negara.

Pengenaan tarif tersebut menghasilkan 550 miliar dollar AS untuk AS yang diterapkan pada produk China dan China atas produk AS senilai 185 miliar dollar AS per Februari 2020.

Baca juga: Ambisi China Garap Proyek Matahari Buatan Selain Militer dan Ekonomi

Seiring waktu, AS diperkirakan akan merasakan dampak dari perang tarif ini dalam bentuk peningkatan biaya barang, sementara ekonomi China diperkirakan akan mengalami perlambatan.

6. Mata uang China

China pernah dituduh menekan nilai mata uangnya bernama Yuan, untuk mengunggulkan produk ekspornya tehadap produk yang sama yang diproduksi oleh pesaingnya yaitu AS.

China terus memantau apresiasi nilai mata uangnya dengan membeli dollar AS dan menjual Yuan.

Hal ini menyebabkan nilai Yuan undervalued sebesar 30 persen terhadap dollar pada akhir 2005.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved