Breaking News:

BATAM TERKINI

NYARIS Tertunda, Mulai Hari Ini Sekolah di Batam Akhirnya Belajar Tatap Muka 100 Persen

Seluruh Sekolah di Batam mulai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen, hari ini.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, seluruh Sekolah di Kota Batam mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh, Senin (10/1/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Seluruh Sekolah di Kota Batam mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh, Senin (10/1/2021).

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

"Tidak ada sistem shift lagi, semua Sekolah hari ini langsung masuk full satu kelasnya," ujar Amsakar.

Diakuinya, rencana PTM 100 persen di Sekolah Negeri ini, awalnya sempat akan mengalami penundaan sebelumnya.

Lantaran dua pelajar di salah sekolah negeri yang berada di kawasan Kabil, Kecamatan Nongsa, yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Namun setelah diselidiki lebih jauh oleh Tim Satgas, kedua siswa kita ini terkonfirmasi, saat masuk ke Batam setelah pulang dari luar kota. Dengan kata lain, keduanya tidak sempat bertemu dengan teman-teman sekolahnya," kata Amsakar.

Tim Satgas Covid-19 Kota Batam, juga diakuinya telah melakukan tracing kepada seluruh siswa, guru, dan staf yang berada di sekolah siswa yang terkonfirmasi positif. Sebanyak 70 siswa diungkapkannya telah menjalani pemeriksaan, dengan hasil keseluruhan menunjukkan hasil negatif.

Baca juga: 1.384 Tenaga Honorer di Batam Berhasil Lolos Seleksi PPPK, Kini Sedang Pemberkasan

Baca juga: DAFTAR 6 Inovasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Batam Bakal Dilakukan hingga 2024

"Masalah kedua anak didik kita ini tidak menghalangi rencana PTM 100 persen, yang saat ini sudah resmi berjalan," katanya.

Alasan kedua pelajar tersebut, tidak sempat bertemu dan bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya saat ini, dikarenakan tengah mengurus izin kepindahan guna melanjutkan pendidikannya di Yogyakarta.

"Kita tidak boleh terlena, saat ini kita akan awasi penerapan protokol kesehatannya di lingkungan sekolah. Jangan sampai saat ini kondisi yang sudah landai, berubah lagi dan tiba-tiba ada kasus untuk cluster sekolah," tuturnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved