UPDATE Gempa Banten, BPBD Data 738 Bangunan Rusak, Berlakukan Status Tanggap Darurat
BPBD Pandeglang mendata setidaknya 738 bangunan rusak akibat gempa Banten, Jumat (14/1/2022). Pemerintah daerah memberlakukan status tanggap darurat.
Pemkab Pandeglang menetapkan status tanggap darurat gempa terhitung 14 hari ke depan.
Baca juga: Dampak Gempa Banten, BPBD Pandeglang Data 17 Kecamatan, Terasa Hingga Mal Taman Anggrek
Baca juga: 2 Kali Gempa Guncang Banten, BMKG Data Sementara Kerusakan, Pasien RS Berhamburan Keluar
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mencatat, setidaknya 257 unit rumah rusak akibat gempa bumi itu.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, data tersebut dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Sabtu (15/1) per pukul 00.25 WIB.
Rincian data kerusakan paling banyak adalah di Kabupaten Pandeglang dengan total rumah rusak berat ada sebanyak 26 unit.
Rusak sedang 33 unit, rusak ringan 131 unit, termasuk 10 unit sekolah, 1 Puskesmas, 1 pabrik, 1 kantor pemerintahan, 1 tempat ibadah dan 1 tempat usaha.
Kabupaten Serang melaporkan 16 unit rumah rusak sedang. Kemudian di Kabupaten Lebak ada sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 3 unit rusak sedang, 21 rusak ringan dan 3 unit bangunan sekolah.
Di samping itu juga dilaporkan satu warga mengalami luka ringan terdampak gempabumi. Selanjutnya di Kabupaten Sukabumi ada 3 unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan serta di Kabupaten Bogor terdapat 8 rumah rusak sedang," tutur Abdul.
Abdul memaparkan, bahwa guncangan gempabumi dirasakan pada 11 wilayah.
Baca juga: Gempa Baru Saja Terjadi di Jakarta, Warga Berhamburan Keluar
Baca juga: Empat Gempa Guncang Halmahera Utara Dalam 3 Hari Berturut-turut, Berikut Faktanya
Gempabumi yang berpusat di 7.21 LS dan 105.05 BT pada kedalaman 40 kilometer itu dirasakan kuat selama 2-4 detik di 11 lokasi di wilayah barat Pulau Jawa dan Selatan Pulau Sumatra.
"Guncangan itu membuat masyarakat berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri dari hal yang tidak diinginkan," ucap Abdul seperti dilansir Tribunnews.com, Sabtu (15/1/2022).
Rinciannya meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten. Kemudian Kabupaten Cianjur.
Kemudian Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok di Jawa Barat. Selanjutnya adalah Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Lampung Barat.
"Sebagai antisipasi, masyarakat diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Diimbau juga agar masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi resmi bersumber dari pihak yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Abdul.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto rencananya akan meninjau langsung lokasi terdampak gempabumi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1/2022) pagi.
Peninjauan tersebut dilakukan Suharyanto setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja di tiga tempat, yakni Bali, Banyuwangi dan Lumajang sejak Kamis (12/1/2022).