Breaking News:

Karhutla Mulai Marak Lagi di Bintan, Pemkab Koordinasi dengan Polres Bintan

Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan sebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Bintan dan pihak terkait lainnya dalam penanganan karhutla di Bintan

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Karhutla Mulai Marak Lagi di Bintan, Pemkab Koordinasi dengan Polres Bintan. Foto Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bintan mulai marak lagi di awal tahun 2022.

Kejadian karhutla terjadi di beberapa lokasi di Bintan.

Terkait hal ini, Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati, dan tidak membakar sampah sembarangan. Apalagi membakar lahan untuk membuka lahan.

"Soalnya kita lihat beberapa hari ini kasus Karhutla sudah mulai terjadi. Terkait hal ini nanti kita juga akan berkoordinasi kepada Polres Bintan dan pihak lainnya untuk membantu melakukan penanganan," tuturnya, baru-baru ini.

Ia melanjutkan alasan pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Pasalnya karhutla yang terjadi cukup besar, dan untuk mengetahui ada unsur kesegajaan atau tidak.

"Inilah nanti akan kita evaluasi dan komunikasikan lagi kepada pihak kepolisian dan yang lainnya," terangnya.

Sebelumnya Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Bintan Timur, Nurwendi menuturkan, di awal tahun 2022 kasus karhutla sudah dua kali terjadi dalam sepekan di wilayah tugasnya.

Baca juga: Awal Tahun 2022, Dua Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Wilayah Bintan Timur

Baca juga: Pipa Air Pecah saat Kebakaran Hutan, BPBD Lingga Salurkan Air Bersih ke Desa Limbung

Dua lokasi karhutla itu terjadi di Kampung Wacopek, Kelurahan Gunung Lengkuas seluas kurang lebih satu hektare, dan Kampung Lengkuas, Kelurahan Kijang Kota seluas kurang lebih dua hektare.

"Jadi dalam satu pekan itu ada dua kasus karhutla yang terjadi, dengan lahan yang terbakar kurang lebih hampir 3 hektare," terangnya.

Disinggung apa penyebab daripada kebakaran, Nurwendi menyebutkan kebakaran hutan diduga dibakar orang tidak dikenal.

"Soalnya secara logika, api tidak bisa hidup kalau tidak dibakar manusia," ungkapnya.

Nurwendi menambahkan, hingga saat ini belum ada warga yang datang ke kantor UPT Damkar Bintan Timur untuk melaporkan kerugian pasca kebakaran tersebut.

"Belum ada warga yang melapor terkait karhutla di sana. Tidak ada korban jiwa dalam dua kasus kebakaran itu," ungkapnya.

Nurwendi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kecamatan Bintan Timur untuk tidak membuka hutan dan lahan dengan cara dibakar. Sebab, ada sanksi buat masyarakat yang membakar hutan tersebut.

Adapun saksinya di Pasal 108 UU RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Berpotensi denda Rp 10 miliar atau kurungan penjara selama 10 tahun.

"Jadi kita harapkan masyarakat tidak melakukan kesalahan saat membuka lahan, dengan cara membakar karena akan terkena sanksi," tutupnya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved