BATAM TERKINI

JANJI Disperindag Batam Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Warga

Disperindag Batam pasang target untuk menjamin ketersediaan bahan pokok warga dengan harga terjangkau.

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengungkap target OPD yang dipimpinnya untuk mendatangkan bahan pokok. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam mengungkap jika mereka mulai mendatangkan aneka bahan pokok dari daerah lain.

Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara dipilih menjadi daerah untuk merealisasikan janji mereka itu.

Jika tidak ada halangan, program ini akan dimulai pada Februari 2022.

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga sebelumnya berkunjung ke Pemko Batam, Senin (17/1/2022).

Perjanjian kerja sama antar dua daerah dibangun dalam pertemuan itu.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau mengatakan jika Kabupaten Simalungun terkenal dengan hasil tani, perkebunan dan aneka bumbu dapur lainnya yang melimpah.

Baca juga: Cara Disperindag Batam Atasi Kenaikan Cabai & Telur, Distributor Sekarang Sulit Dikendalikan

Baca juga: BENARKAH Harga LPG Naik Sejak 25 Desember 2021? Ini Jawaban Kadisperindag Kepri

Sehingga Pemko Batam akan meminta untuk disalurkan beberapa komoditas pangan yang dibutuhkan bagi masyarakat Batam dari Simalungun.

"Kami akan melaksanakan perjanjian kerjasama, dalam dua minggu ini harus selesai, supaya akhir Februari besok bisa langsung kita laksanakan," ujar Gustian Riau.

Mengenai teknis penyalurannya, Disperindag Batam akan menyiapkan Pasar TPID sebagai gudang logistik, tempat bahan-bahan pangan yang diimpor itu akan disimpan.

Nantinya, dari Pasar TPID, komoditas akan langsung disalurkan ke pasar-pasar di bawahnya.

Tujuannya agar biaya pendistribusian menjadi minim dan harga terjangkau.

"Saya akan memanggil pengelola-pengelola pasar di Batam, kami akan siapkan gudang yang dikelola oleh kita (pemerintah) sendiri," ujar Gustian.

Ia mengungkapkan, selama ini harga bahan pokok naik salah satunya disebabkan karena banyaknya tempat yang disinggahi selama proses distribusi, sehingga harga lama kelamaan semakin bertambah.

"Kalau dari luar memang mereka yang ngatur harga. Khusus beberapa komoditi, distributor nggak mau lagi dipanggil Disperindag kalau ada kenaikan harga, maka kami siapkan rencana pasokan ini untuk menekan harga naik," jelas Gustian Riau.

BAWA Misi Dagang

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved