Breaking News:

CORONA KEPRI

Pengungsi Afghanistan Belum Dapat Vaksin Corona, Gubernur Kepri Tunggu Arahan Pusat

Pengungsi Afghanistan yang tersebar di Provinsi Kepri belum mendapat suntik vaksin corona sama sekali. Apa yang menjadi penyebabnya?

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkap sebab pengungsi Afghanistan di Kepri belum mendapat suntik vaksin corona sama sekali. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Fakta mengejutkan datang dari sejumlah pengungsi Afghanistan yang ada di Provinsi Kepri.

Jangankan vaksinasi corona dosis tiga atau yang dikenal dengan vaksin booster covid-19.

Vaksin corona dosis pertama dan kedua saja mereka belum mendapatkannya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkap sebab mengapa pengungsi yang jumlahnya ditaksir mencapai ratusan itu belum mendapat suntik vaksin corona sama sekali.

Sesuai arahan pemerintah pusat, pemberian vaksin corona diprioritaskan untuk warga negara Indonesia (WNI).

Diakuinya dalam aturan orang asing tertentu bisa menerima vaksinasi.

Namun, belum tahu apakah pencari suaka masuk di dalamnya.

Untuk itu, vaksinasi bagi para pengungsi di Kepri masih menunggu aturan pemerintah pusat.

Baca juga: AKSI Demo Pengungsi Afghanistan di Batam Mulai Meresahkan, Pemprov Kepri Segera Cari Solusi

Baca juga: Pengungsi Afghanistan di Batam Ancam Bakal Demo Lagi, Kecewa Aksi Tak Berbuah Hasil

"Kalau dapat arahan dari pusat pasti kami berikan. Untuk dosis satu dua juga belum (mereka terima)," ungkap Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Selasa (18/1/2022).

Ansar menuturkan pemerintah Kepri saat ini hanya memberikan bantuan kepada pengungsi yang sedang memiliki penyakit berat.

"Kalau ada diskresi penyakit-penyakit berat tak mungkin tak kita tangani," kata Ansar Ahmad.

Meski begitu, mantan Bupati Bintan itu tak menampik bahwa pencari suaka sering berinteraksi dengan masyarakat sehingga vaksinasi perlu demi menciptakan kekebalan komunal.

"Semoga ada arahan dari pusat. Fokus kami saat ini untuk warga Kepri dulu," katanya.

Terkait tuntutan para pengungsi yang ingin dipindahkan ke Negara ketiga, Ansar menyebut hal itu merupakan wewenangnya UNHCR dan IOM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved