Diskominfotik Anambas Jemput Bola Pembangunan BTS
Pemerintah daerah melalui Diskominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pertemuan dengan Kominfo
TRIBUNBATAM.id - Pemerintah daerah melalui Diskominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pertemuan dengan Badan Aksesibiltas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Kominfo Republik Indonesia.
Kunjungan diterima oleh Kepala Divisi BTS beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersbeut, Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas Jeprizal memaparkan usulan pembangunan tower BTS perbatasan.
Di tahun 2021, Kabupaten Kepulauan Anambas mengusulkan 12 titik pembangunan BTS.
Usulan pembangunan BTS untuk wilayah blank spot dan lemah sinyal.
Wilayah mencakup lokasi proritas (LOKPRI) yang sudah ditetapkan oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Negara yang merupakan Kawasan Perbatasan Negara (KPN) dan Kawasan Strategis Perbatasan Negara (KSPN).
Jeprizal mengatakan, pembangunan BTS di 12 titik diharapkan mempercepat konektivitas dalam mewujudkan transpormasi digital di perbatasan.
Kabupaten Anambas sebelumnya telah ditetapkan dalam Pencanangan Geraka an Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (GERBANGDUTAS ), Maret 2020 lalu.
Jeprizal menyampaikan, pembangunan tower BTS Perbatasan agar dapat pemda diundang untuk melakukan DRM (Disain review meeting).
Pembangunan BTS diharapkan pada awal 2022 seperti yang diprioritaskan oleh Kominfo RI di bagian wilayah timur indonesia.

Kepala Divisi Bts BAKTI-Kominfo Feriandi Mirza menyampaikan usulan Pemda Kepulauan Anambas sudah masuk dalam pembahasan.
"Akan dilakukan survey ke lokasi yang diusulkan. Tahapan selanjutnya mengundang pemda untuk membahas hasil survey untuk mengsikronisasikan data lebih lanjut," ujarnya.
Kadis Kominfotik Jeprizal yang juga didampingi Kepala Bidang Penyelengaraan e-government dan Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik memaparkan ada 17 lokasi BTS perbatasan yang sudah dibangun.
Layanannya dirasakan oleh masyarakat pedesaan di pulau pulau kecil yang merupakan wilah perbatasan yang terdapat 5 pulau terluar.
"Alhamdulillah dapat memenuhi kebutuhan masyrakat dalam mendapatkan dan memberikan infomasi. Walapun ada beberapa tempat koneksi layanan 4G-nya masih ada yang lemah," ujarnya.
Sedangkan bantuan akses internet BAKTI AKSI Kominfo yang sudah terlayani terdapat lebih kurang 180 lokasi.
Lokasi yang merasakan akses internet seperti sekolah, puskesmas, kantor camat, kantor desa dan beberapa layanan publik lainnya.
Meski belum maksimal namun sudah dapat dirasakan dengan hadirnya kebutuhan jaringan layanan data.
"Kami berharap penambahan dan peningkatan layanan telekomunikasi dengan akses internet cepat terus dapat dilakukan oleh pemerintah pusat," ujarnya.
Sehingga Anambas dapat cepat dikenal dan mudah mengenalkan potensi pariwisata Anambas. Dengan begitu investor terus masuk untuk berinvestasi.
"Pemda dapat mempercepat pelayanan publik dan transpormasi digital di perbatasan negara NKRI Kepulauan Anambas," tambahnya.(*)