Selasa, 5 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Jembatan Batam Bintan, Rakyat Kepri Membeli Mimpi untuk Indonesia

Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebut, untuk mewujudkan Jembatan Batam Bintan yang telah lama dinantikan, warga Kepri harus merapatkan barisan.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad. 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Keberadaan Jembatan Batam Bintan diyakini akan bisa membuka keterisoliran masyarakat di Kepri.

Selain itu mampu mempercepat mobilisasi barang, orang dan uang, mendongkrak perekonomian Kepri secara cepat dan merata. Tak kalah penting, Jembatan Batam Bintan ini nantinya akan menjadi solusi tepat dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan perekonomian di Provinsi Kepri.

Hal ini juga sejalan dengan rencana undang-undang (RUU) Daerah Kepulauan. Dalam aturan itu ditegaskan, bahwa masa depan Indonesia adalah laut, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan luas daratan saja.

Sementara itu, Kepri memiliki pulau-pulau terluar terbanyak di Indonesia yang perlu diperhatikan dan mendapat peran yang sama untuk Indonesia.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, untuk mewujudkan Jembatan Batam Bintan yang disebut sebagai cikal bakal jembatan terpanjang di Indonesia ini, lagi-lagi rakyat Kepri harus kembali merapatkan barisan guna memperjuangkannya. Disampaikan bahwa mimpi tersebut tidak mudah dan tidak murah, butuh banyak pengorbanan di dalamnya.

Bagi Gubernur Ansar, bicara mengenai kemaritiman berarti sedang berbicara soal kewibawaaan bangsa Indonesia. Laut Indonesia terutama yang berada di wilayah Kepri berbatasan langsung dengan negara-negara lain, sudah seharusnya dihiasi dengan infrastruktur-infrastruktur yang ikonik sekaligus bermanfaat bagi masyarakat banyak. Salah satu jawabannya adalah Jembatan Batam Bintan.

“Mimpi masyarakat Kepri untuk mewujudkan Jembatan Batam Bintan ini sudah lama sekali. Namun perjuangan untuk mewujudkannya mengalami pasang surut seiring dengan silih bergantinya kepemimpinan di daerah. Kita selalu menganggap jembatan ini sebuah mimpi yang visioner dan perlu diwujudkan. Ini adalah mimpi besar masyarakat Kepri yang harus sama-sama kita beli. Kita beli dan kita persembahkan untuk Indonesia,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kamis (27/1/2022).

Menurut Mantan Bupati Bintan yang menjabat selama dua periode dan juga Mantan Anggota Komisi V DPR RI ini, memang tidak mudah membangun mimpi se ‘wah’ Jembatan Batam Bintan, namun Ansar sangat yakin, apa pun tidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan kesungguhan, kebersamaan, kerja keras dan kontinyu.

Baca juga: Gubernur Kepri Kebut Proyek Jembatan Batam Bintan, Salurkan Ganti Rugi Lahan Warga

Baca juga: Update Jembatan Batam Bintan, Ansar Silaturahmi dengan Warga yang Lahannya Terdampak

“Yang terpenting kita berusaha dan berdoa. Masalah hasil pasti tidak pernah menghianati usaha. Jangan perenah menyerah dan kita tetap bekerja keras bersama-sama. Masing-masing masyarakat lakukan sesuai dengan kapasitasnya. Bagi masyarakat yang sudah dengan ikhlas menyerahkan tanahnya untuk diganti rugi, itu juga sudah bagian dari andil dalam mewujudkan jembatan Batam-Bintan ini,” tegas Ansar.

Terpanjang, Iconic dan Usable

Jembatan Batam Batam akan menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan dan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia. Yakni akan dibangun dengan panjang 14,74 kilometer dengan nilai investasi sekitar Rp 16,91 triliun yang pembiayaannya dilakukan dengan skema Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Rinciannya, sepanjang 7,98 kilometer dibangun oleh pemerintah secara Viability Gap Fund (VGF) dengan anggaran sebesar Rp13,57 triliun. Sedangkan untuk sepanjang 6,67 kilometer akan dibangun dengan dana pinjaman luar negeri senilai USD300 juta atau ekuivalen dengan Rp3,34 triliun.

Adapun final busines case (FBC) ini telah disusun oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bappenas RI, dan akan di finalisasi di Februari 2022.

Menurut Gubernur Ansar, dibangunnya Jembatan Batam Bintan ini juga inline dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan Kepri sebagai Kawasan Strategis Perekonomian Nasional (KSPN). Dimana nantinya jembatan ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas kendaraan dari kedua wilayah.

Selain melancarkan mobilitas kendaraan. Juga akan memperlancar mobilitas orang, barang dan uang dan muaranya bisa meningkatkan speed pertumbuhan perekonomian kedua wilayah, dan selanjutnya menjalar ke wilayah-wilayah lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved