Selasa, 14 April 2026

Dicky Sondani, Mantan Dirsabhara Polda Kepri, Tahu Pertama Kabar Wafatnya Soeharto

Nama anggota Polri Dicky Sondani menjadi sorotan publik. Karirnya ketika menjadi Kapolsek menjadi bagian dari hidupnya dan kabar duka bagi Indonesia.

TribunBatam.id via TribunTimur.com
Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, anggota Polri tahu kabar pertama meninggalnya Presiden Soeharto. Foto diambil sebelum pandemi covid-19. 

"Dokternya bercanda sama saya, besoknya kan hari Minggu, kalau begitu kita bisa istirahat, bisa kumpul-kumpul bersama keluarga, ya bisa memaksimalkan hari Minggu-lah," lanjut dia.

Meski dokter berkata demikian, Dicky memutuskan untuk tetap tidak pulang ke rumah dan memilih tidur di kantornya.

Keesokan paginya, Minggu, 27 Januari 2008, istri Dicky menghampiri ke Mapolsek.

Baca juga: Saat Soekarno-Hatta Membacakan Teks Proklamasi 17 Agustus 1945, Di Mana Soeharto?

Baca juga: Deretan Uang Koin Edisi Khusus Kemerdekaan, Termahal Bergambar Soeharto Berbahan Emas

Dia hendak mengajak Dicky untuk pergi ke pesta pernikahan saudaranya. Merasa pengamanan di RSPP sudah mulai longgar, Dicky mengiyakan ajakan istrinya.

Ia mengganti baju polisi dengan kemeja batik berlengan panjang.

Namun, tak lama, salah seorang dokter kepresidenan menghubunginya via ponsel. Dokter itu memberi tahu bahwa kondisi Pak Harto kembali memburuk.

"Wah, baju batik saya buka lagi. Saya minta maaf ke istri kalau saya enggak bisa ikut ke kondangan. Untungnya, istri saya memahami dan tidak menuntut banyak. Saya langsung meluncur lagi ke RSPP," tuturnya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Dicky tiba di RSPP. Dokter kembali mengatakan bahwa kondisi Pak Harto semakin menurun.

Bahkan, dokter menyebut wafatnya Pak Harto tinggal menunggu waktu.

"Saya ingat sekali saya lima kali bolak-balik, keluar masuk rumah sakit. Nah, pas masuk ke rumah sakit yang terakhir, dokter menyatakan bahwa Pak Harto sudah meninggal dunia," kata dia.

Mengetahui kabar meninggalnya Soeharto, Dicky keluar dari rumah sakit lagi untuk mempersiapkan personel pengamanan tambahan. Dia juga berkoordinasi dengan TNI yang turut mengirimkan pasukan.

Saat itu, dia adalah perwira polisi tertinggi yang ada di RSPP.

Baca juga: Harmoko Mantan Menteri Penerangan Meninggal Dunia, Dikenal Dekat Dengan Presiden Soeharto

Baca juga: Cuma TNI AD yang Bisa jadi Panglima TNI Era Soeharto, Jenderal Ini Latihan Baris 3 Hari

Rupanya, gerak-gerik Dicky terpantau puluhan awak media yang menunggu di rumah sakit.

Dicky merasa para wartawan curiga melihat dirinya yang sibuk berkoordinasi melalui handy talkie untuk menambah personel.

"Mungkin ada sekitar 100 wartawan tiba-tiba mengerubuti saya, bertanya, ada apa, Pak? Kok ada personel tambahan segala," kata Dicky.
Dicky pun mengaku tak bisa berbohong.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved