Breaking News:

Polisi Ungkap Warga Negara China Terlibat Pinjol Ilegal, Pengembangan Polda Metro Jaya

Warga negara China terungkap menjadi manajer dari penggerebekan salah satu ruko di PIK 2 yang menjadi markas pinjol ilegal oleh polisi.

TribunBatam.id via Kompas.com/Dokumentasi Humas Polda Metro Jaya
Sejumlah pegawai pinjaman online (Pinjol) ilegal di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, tertunduk saat digerebek polisi, Rabu (26/1/2022). Polres Metro Jakarta Utara mengungkap keterlibatan warga negara China hasil penggerebekan pinjol ilegal ini.(Dokumentasi Bidang Humas Polda Metro Jaya) 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Polisi mengungkap keterlibatan warga negara China dalam kasus pinjaman online (pinjol) ilegal di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, Kamis (27/1/2022) malam.

Anggota Polres Metyro Jakarta Utara sebelumnya menangkap 27 orang dalam penggerebekan ruko Jalan Pulau Maju Bersama, Ruko Palladium Blok H Nomor 15.

Ruko yang berfungsi sebagai markas perusahaan pinjol ilegal ini berdekatan dengan perusahaan pinjol yang digerebek Polda Metro Jaya satu hari sebelumnya.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Wibowo mengungkap, dari puluhan orang yang diamankan dalam penggerebekan tersebut, terungkap peran warga negara China dalam aktivitas pinjaman online ilegal itu.

Wibowo mengatakan, perusaan pinjol ini baru mulai beroperasi pada Januari 2022 dan mengelola empat aplikasi pinjaman online di ponsel pintar.

Baca juga: Polisi Grebek Lagi Kantor Pinjol Ilegal, Ternyata Managernya Seorang WNA Asal China

Baca juga: Cara Mengecek Pinjol Ilegal atau Resmi via WhatsApp dan Ciri-ciri Pinjaman Online Tak Berizin

Mereka gunakan empat aplikasi, dokumen kemudian kotak online dana kilat dan kredit untuk melancarkan aksinya.

"Ada satu warga negara China yang yang berperan sebagai manajer dari 27 orang yang sebelumnya kami amankan. Selebihnya merupakan karyawan," ungkap Wibowo seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (28/1/2021).

Adapun 26 pegawai yang diamankan memiliki peran sebagai pengingat debitur yang menunggak, bagian penagihan, serta bagian penagih utang yang kerap mengancam nasabah.

Melansir Antara, dalam penggerebekan itu, polisi juga turut mengamankan sejumlah perangkat yang digunakan untuk aktivitas bisnis perusahaan pinjol ilegal itu.

"Dan ini masih kita dalami, masih kami periksa," kata Wibowo.

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui perusahaan ini meminjamkan dana sebesar Rp 1,2 juta sampai dengan pinjaman maksimal Rp 2,5 juta kepada debitur.

Kemudian dari total pinjaman yang diajukan oleh nasabah ini tidak seluruhnya diberikan. Namun telah dipotong sebanyak 32 sampai 35 persen.

Ia menambahkan, setelah nanti pinjaman jatuh tempo, debitur yang menunggak dikenakan bunga lagi sebesar 6 persen dari total pinjaman nasabah.

Baca juga: DAFTAR Pinjaman Online (Pinjol) yang Sudah Dicabut Izinnya oleh OJK

Baca juga: Cara Cek Pinjol Resmi atau Bodong Melalui Whatsapp OJK

Jika nasabah tak mampu atau tak bersedia membayar, bagian penagih akan mengancam dengan cara-cara ilegal seperti memaksa dan menyebar data pribadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved