BATAM TERKINI

MESKI Kasus Omicron di Batam Terus Bertambah, Orangtua Siswa Tolak Anaknya Kembali Belajar Online

Meski kasus Omicron telah muncul di Batam, sejumlah ibu-ibu wali murid masih mendukung PTM agar tetap dilanjutkan karena dinilai lebih efisien.

TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG
Pemberlakuan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka tingkat SMPN di Sagulung Batam belum lama ini. Meski kasus Omicron telah muncul di Batam, sejumlah ibu-ibu wali murid masih mendukung PTM agar tetap dilanjutkan karena dinilai lebih efisien. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus Covid-19 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) terus meningkat selama beberapa waktu belakangan.

Selama pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung, ada beberapa temuan kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah, baik tingkat SD sampai dengan SMA di Batam.

Beberapa temuan kasus positif Covid-19 baru pada akhir Januari 2022, bahkan ada yang terkonfirmasi varian baru Omicron.

Salah satunya adalah seorang guru dari SMAN 23, Batuaji, Batam.

Namun, meski kasus Omicron telah muncul di Batam, sejumlah ibu-ibu wali murid masih mendukung PTM agar tetap dilanjutkan.

Salah seorang wali murid SDN 012 Tiban Sekupang, Batam, bernama Watik mengaku akan tetap mendukung anaknya belajar secara tatap muka di sekolah.

Hal ini dikarenakan, pembelajaran secara langsung di sekolah lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Ajudan Gubernur Kepri Nyambi Jualan Sabu di Luar Jam Dinas, Cek Fakta Barunya

Baca juga: Apakah Siswa SD dan SMP di Batam Harus Kembali Belajar Online? Ini Jawaban Wakil Walikota

"Saya tetap pengen anak saya masuk sekolah tatap muka. Kan sudah ada protokol kesehatan," ujar Watik.

Ia mengungkapkan, sistem pembelajaran daring membuat sang anak cenderung malas belajar dan kurang dapat memahami tugas dan materi yang diberikan.

Sementara itu, orangtua juga kewalahan jika harus membimbing anaknya belajar di rumah.

Hal yang sama diutarakan wali murid SDN 006, Sekupang, Rosmiati.

Sebagai ibu dari tiga orang anak, Rosmiati mengaku lebih mudah menjalankan pekerjaan rumah jika anak-anaknya punya waktu belajar di sekolah.

Selain itu, ia menilai anak-anak usia sekolah sangat membutuhkan sosialisasi dan interaksi langsung dengan para guru dan teman-teman sebayanya.

"Saya sih maunya sekolah tatap muka terus. Enggak takut Omicron, karena anak saya udah divaksin," tambah Rosmiati.

Diketahui, menurut data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, kasus aktif Covid-19 di Batam sudah mencapai 60 kasus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved