Jumat, 8 Mei 2026

BATAM TERKINI

Perayaan Imlek di Batam Tetap Meriah Meski Tanpa Pesta Kembang Api Akibat Pandemi

Tahun baru Imlek tahun 2022 ini kembali dirayakan dengan sederhana meskipun lebih meriah dibanding tahun lalu.

Tayang:
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
SEMBAHYANG IMLEK - Warga keturunan Tionghoa bersembahyang menghormati leluhur mereka menjelang pergantian tahun baru imlek di Vihara Budhi Bhakti, Nagoya, Batam, Selasa (1/2/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tahun baru Imlek tahun 2022 ini kembali dirayakan dengan sederhana meskipun lebih meriah dibanding tahun lalu.

Tak ada pesta kembang api, Marga Tionghoa hanya fokus sembahyang, berdoa.

Kalaupun ada perayaan, hanya barongsai.

Di sekitar Vihara Budhi Bhakti Nagoya, misalnya, pada malam Imlek biasanya ada pesta embang api selama lebih dari satu jam.

Ratusan warga yang sudah berdatangan dari seluruh penjuru Kota Batam, Senin (31/1/2022) malam pun terlihat kecewa.

Namun, masih ada sedikit hiburan, yakni pertunjukan tari liong oleh sembilan grup barongsai.

Pengetatan protokol kesehatan juga terlihat dilakukan panitia, yakni dengan bergantian dan jaga jarak.

Kapasitas vihara hanya dibatasi untuk 100 orang.

Petugas Vihara Budhi Bhakti, Andris menuturkan, pihaknya juga menyediakan 600 paket makanan gratis bagi pengunjung usai sembahyang. Terbagi atas dua jenis makanan untuk non-vegetarian dan vegetarian.

Baca juga: Atraksi Barongsai Meriahkan Perayaan Imlek 2022 di Vihara Ngo Hu Xian Ko Karimun

Baca juga: IMLEK 2022 - Sejumlah Pertokoan di Nagoya Batam Tutup, Biasanya Selama 5 Hari 

"Tapi dibanding tahun lalu, kini justru berkurang, hanya sekitar 800 hingga 1000 orang saja yang sembahyang," tutur Andris.

Sebelumnya pemerintah memang sudah mengimbau untuk tidak menggelar pesta kembang api atau perayaan apapun.

Sebab, pandemi Covid-19 naik lagi, terutama varian Omicron yang mulai masuk ke wilayah Kepri. Ini adalah tahun kedua Imlek tanpa pesta kembang api karena tahun 2021 lalu, pandemi juga sedang naik.

Vihara yang menjadi pusat perayaan Imlek hanya fokus menggelar sembahyang dan berdoa untuk mendapatkan kerbekatan menyambut tahun 2573 Kongzili yang disambut oleh marga Tionghoa di seluruh dunia ini.

Suasana ini bisa dilihat di seluruh vihara atau klenteng di seluruh Provinsi Kepri.

Alhasil, marga Tionghoa beragama Budha hanya fokus melakukan sembahyang dan berdoa di vihara bagi yang beragama Budha atau klenteng bagi yang beragama Kong Hu Cu.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved