BATAM TERKINI
Perayaan Imlek di Batam Tetap Meriah Meski Tanpa Pesta Kembang Api Akibat Pandemi
Tahun baru Imlek tahun 2022 ini kembali dirayakan dengan sederhana meskipun lebih meriah dibanding tahun lalu.
Aroma dupa dan hio yang dibakar saat berdoa tetap mewarnai suasana Imlek.
Meski demikian, kemeriahan Imlek tetap terasa. Ribuan lampion berwarna merah terlihat bergelantungan dan tersusun rapi di jalan raya.
Sangat indah. Pernak-pernik Imlek juga terlihat di sekitar vihara. Kalaupun ada perayaan, hanya atraksi kecil, seperti pertunjukan liong atau barongsai yang menarik.
Berbeda dengan Kota Batam, di daerah lain justru terlihat lebih meriah.
Di Pancur, Lingga Utara, yang sering disebut “Hongkongnya Lingga”, ribuan lampion juga menjadi daya tarik warga setempat ataupun pengunjung dari luar.
Di kelurahan ini memang 75 persen penduduknya marga Tionghoa sehingga perayaan Imlek dipusatkan di sana.
Tokoh pemuda Tionghoa, Candra mengatakan, mereka memasang setidaknya ada 1.500 lampion untuk memeriahkan imlek.
Hanya saja, juga tak ada perayaan lain selain sembahyang.
Namun, dibanding tahun lalu, perayaan kali ini lebih ramai karena banyak warga yang mudik dari Tanjungpinang dan Batam. Karena itu, digelar turnamen bola voli di Senanggai.
Kemeriahan juga terasa di Karimun, seperti yang terlihat di Kampung Tionghoa, Meral.
Ratusan marga Tionghoa terlihat bergantian menggelar semabahyang di Vihara Ngo Hu Xian Ko yang berada di Jalan Antena, Kelurahan Meral Kota.
Atraksi barongsai dan pembakaran petasan mengawali sembahyang di vihara tersebut sehingga menarik perhatian warga Meral.
Apalagi, barongsai tersebut menyebarkan ribuan permen kepada warga yang datang.
Mereka terlihat asik berswafoto karena kawasan vihara memang dipenuhi oleh pernak-pernik Imlek berwarna merah.
Mulai dari lampion, aneka bunga, kaligrafi, terpasang di sepanjang jalan sekitar satu kilometer memasuki area vihara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/02022022sembahyang-imlek-di-batam.jpg)