CORONA KEPRI
34 Warga Batam Probable Omicron, Wawako : Cepat Menyebar Tapi Tingkat Kematian Rendah
Jumlah pasien terkonformasi probable Omicron di Batam mencapai 34 orang. Omicron disebut cepat menyebar tapi memiliki tingkat kematian lebih rendah.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien terkonformasi probable (dugaan) Omicron di Kota Batam mencapai 34 orang.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan bahwa varian Omicron diketahui tingkat penyebaran yang cepat.
"Probable Omicron ini katanya cepat penyebarannya. Oleh sebab itu, kita harus betul-betul kita antisipasi bersama,” ujar Amsakar, Jumat (4/2/2022).
Diakuinya 34 kasus tersebut memang belum dipastikan secara keseluruhan merupakan kasus Omicron.
Lantaran masih butuh konfirmasi dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Jakarta.
Amsakar mengingatkan dengan kasus probable Omicron saat ini, diharapkan masyarakat tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Walaupun begitu, varian Omicron ini disebutkan secara medis bahwa memiliki tingkat kematian rendah. Dan tidak membuat si pasien memiliki gejala yang berat.
“Jadi yang punya penyakit kronis, tingkat kematiannya rendah,” katanya.
Sementara itu, upaya untuk mencegah penyebaran varian Omicron, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengambil kebijakan untuk meniadakan isolasi mandiri (isoman). Saat ini seluruh pasien Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.
Baca juga: INI Dia Ketentuan Isolasi Untuk Pasien Probable Omicron di Batam
Baca juga: Pulang Dari Swiss, Ayah dan Anak Terpapar Omicron, Kini Diisolasi di RSKI Galang Batam
“Tidak ada lagi isoman,” katanya.
Amsakar menuturkan tingkat kekebalan tubuh (imun) masyarakat Batam diyakini juga cukup kuat.
Hal ini terlihat dari hasil survei imun masyarakat Batam, diketahui sebesar 90 persen herd imunity terbentuk. Hasil survey tersebut berdasarkan 452 sampel darah, dan 600 orang telah diwawancarai.
“Dan 70 persen memiliki kekebalan tubuh yang tinggi,” katanya.
Selain itu, capaian vaksinasi Covid-19 baik itu dosis pertama dan dosis kedua menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan capaian di atas 80 persen.
“Ditambah pula telah dilaksanakan vaksin anak, serta pelaksanaan booster ketiga seyognya angka imun masyarakat jauh lebih tinggi,” kata dia. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google