Duh Gusti Apa Lagi Ini, Varian HIV Baru Sangat Mematikan Terdeteksi

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. HIV penyakit mematikan yang membuat tubuh penderita menjadi lemah

freepik.com
HIV - Duh Gusti Apa Lagi Ini, Varian HIV Baru Sangat Mematikan Terdeteksi. FOTO ILUSTRASI 

TRIBUNBATAM.id - Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.

HIV adalah penyakit yang mematikan yang membuat tubuh penderitanya menjadi lemah melawan infeksi.

Jika virus ini terus menyerang tubuh, sistem pertahanan tubuh akan semakin lemah.

Dilansir dari wikipedia, tanpa pengobatan penderita HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi tergantung tipenya.

Dengan kata lain kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan penurunan sistem imun.

Kabar buruknya varian HIV baru yang disebut sangat mematikan baru saha terdeteksi di Belanda.

Dalam jurnal Science dijelaskan bahwa analisis terhadap lebih dari 100 pasien HIV mengungkapkan bahwa orang-orang yang terinfeksi varian HIV baru yang dikenal VB tersebut, memiliki jumlah virus antara 3,5 sampai 5,5 kali lebih tinggi di dalam darah mereka.

Baca juga: 18 Orang Meninggal Dunia di Karimun Akibat HIV/AIDS Dalam 4 Tahun Terakhir

Baca juga: Lingga Catat 20 Penderita HIV AIDS, Dinkes Klaim Terendah se-Kepri

Kondisi itu membuat mereka lebih memungkinkan menularkan virus.

Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (5/2/2022), sejumlah temuan itu merupakan hasil studi gabungan Big Data Institute (BID) Universitas Oxford dan Yayasan Pemantau HIV Belanda.

Menurut jurnal itu, varian VB juga tampaknya menyebabkan penurunan sel imun.

Hal itu membuat orang-orang yang terinfeksi berpotensi dapat menyebarkan AIDS jauh lebih cepat dibanding orang-orang yang terinfeksi varian HIV lainnya.

Tapi, jurnal itu menegaskan bahwa varian baru tersebut dapat dilawan dengan pengobatan seperti HIV biasa dan dapat diketahui melalui tes diagnostik yang sama, yang digunakan untuk varian HIV lain.

Varian baru VB terdeteksi melalui proyek bernama Beehive, yang bertujuan untuk memeriksa hubungan antara genetik HIV dan tingkat keparahan penyakit.

Baca juga: Penderita Penyakit HIV/AIDS Aman untuk Divaksin, Berikut Penjelasan Ahli

Baca juga: 4 Fase Infeksi HIV hingga Berkembang jadi AIDS, Butuh Waktu hingga 15 Tahun untuk Bergejala

Akan tetapi studi itu mencatatkan bahwa hanya ada 109 orang yang diketahui sebagai pembawa VB, 107 di antaranya berada di Belanda.

Dilansir dari kompas.com, kemungkinan jumlah orang yang terinfeksi bertambah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved