CORONA KEPRI
Edaran Disdik Kepri Stop Belajar Tatap Muka SMA/SMK Mainland Batam Berakhir Hari Ini
Disdik Kepri sebelumnya meminta SMA/SMK di mainland Batam menghentikan sementara belajar tatap muka imbas meningkatnya kasus baru covid-19.
Ansar Ahmad juga memberi arahan agar pasien yang terkonfirmasi positif untuk diwajibkan karantina di karantina terpadu. Karena karantina mandiri terbukti sulit untuk dikontrol.
"Tempat-tempat karantina terpadu agar dikontrol kembali. Seperti Lohas, LPMP, serta Asrama Haji Batam. Cek kembali fasilitasnya. Supaya isolasi terkontrol dan treatment yang baik dapat diberikan" ujar Gubernur.
Selanjutnya, Gubernur Ansar juga memastikan program bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu yang terkonfirmasi positif akan tetap dilanjutkan, untuk menanggung kebutuhan keluarga yang ditinggalkan selama masa isolasi.
Baca juga: Natuna Berjuang Tekan Kasus Covid-19, Kini Tersisa 2 Pasien Positif Virus Corona
Baca juga: JUMLAH Kasus Baru Omicron di Indonesia Naik Lagi, Hari Ini Bertambah 32.211 Orang
"Masing-masing Kabupaten dan Kota juga agar memberikan perhatian untuk memenuhi kebutuhan keluarga pasien. Gunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) karena memang peruntukannya untuk itu," kata Gubernur Kepri.
Terakhir, Gubernur menyampaikan bahwa survei serology tahap kedua akan dilaksanakan 6 bulan setelah survey pertama.
Pada survei pertama Kepri mendapat hasil yang baik yaitu sebesar 89 persen yang menunjukkan herd immunity masyarakat yang cukup baik.
Karena serology harus dievaluasi 6 bulan sekali untuk mengetahui apakah antibodi tetap bertahan terhadap virus sekaligus mengetes vaksin booster yang telah diberikan.(TribunBatam.id/Endra Kaputra/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami/Ian Sitanggang/Bereslumbantobing/Ronnye Lodo Laleng)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri