Breaking News:

Akal-akalan Supermarket Main Curang dari Kelangkaan Minyak Goreng Rp 14.000, Ini 3 Poin Temuan ORI

Kebijakan menetapkan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng justru membuat produk tersebut sulit ditemukan terutama di minimarket dan supermarket

TRIBUNBATAM.id/FEBRIYUANDA
Minyak goreng Sunco dengan harga Rp 14 ribu per liter ludes dalam sehari di swalayan Mega Glory, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri 

TRIBUNBATAM.id - Kebijakan menetapkan harga eceran tertinggi untuk minyak goreng justru membuat produk sulit ditemukan terutama di minimarket.

Di supermarket dan minimarket sejumlah wilayah Indonesia, minyak goreng sulit ditemukan.

Sesuai aturan yang baru diterbitkan Kemendag, HET minyak goreng curah adalah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan Rp 13.500 per liter serta minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 per liter.

Langkanya minyak goreng di sejumlah wilayah membuat Ombudsman RI (ORI) turun tangan melakukan penyelidikan.

Ombudsmantelah menyampaikan tiga temuannya terkait kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng di pasaran.

Anggota ORI Yeka Hendra Fatika menjelaskan, temuan itu didapatkan dari data laporan situasi masyarakat dari 34 provinsi di Indonesia.

"Pertama adalah penimbunan. Nah, ini harapannya satgas pangan bereaksi cepat dan ketegasan juga diperlukan. Begitu satgas pangan tegas, upaya-upaya penimbunan bisa diminimalisasi," sebut Yeka dalam konferensi pers virtual ORI, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Susah Dapat Minyak Goreng Murah, Pedagang Gorengan di Batam Ini Tak Jualan 5 Hari

Baca juga: Peminat Tinggi, Minyak Goreng Satu Harga Masih Tersedia di Sejumlah Ritel Modern Batam

Kedua, lanjut Yeka, pihaknya menemukan adanya upaya pengalihan penjualan minyak goreng dari pasar modern ke pasar tradisional.

"Jadi memang dibuat langka karena ada oknum di pasar modern menawarkan pada pelaku di pasar tradisional untuk membeli minyak goreng," jelasnya.

Yeka mengatakan, situasi inilah yang membuat kelangkaan minyak goreng di pasar modern.

Dalam pandangannya, motivasi pengalihan penjualan itu dilakukan agar minyak goreng bisa dijual dengan harga lebih mahal.

"Karena harus dijual Rp 14.000 di pasar modern, mendingan dijual ke pasar tradisional akhirnya. Ditawarin ke toko-toko dengan harga Rp 15.000 sampai Rp 16.000," papar dia.

Temuan terakhir dari ORI terkait kelangkaan minyak goreng adalah terjadi panic buying di masyarakat.

Situasi ini disebabkan ketidakjelasan informasi terkait ada tidaknya stok minyak goreng.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved