BERITA CHINA
China Uji Coba Pesawat Amfibi, Bakal Emban Misi Khusus Tiongkok
China mengklaim sukses uji coba pesawat amfibi berbadan lebar buatan mereka. Pesawat yang diberi nama Kunlong ini bakal mengemban tugas khusus.
TRIBUNBATAM.id - Negara China terus menunjukkan keunggulannya dalam segala bidang.
Tidak hanya kemampuan ekonomi yang diakui sejumlah kalangan, negeri yang kini dipimpin Presiden Xi Jinping ini juga terus memperbaharui kekuatan militernya.
Kondisi ini jelas membuat sejumlah negara lain khawatir.
Tidak hanya kekuatan militernya, baru-baru ini China juga sukses menggelar uji coba pesawat amfibi yang memiliki tugas vital.
Pesawat yang diberi nama Kunlong ini dikembangkan oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC).
Pesawat berbadan lebar ini selesai dirakit pada 26 Desember 2021, serta diteruskan dengan uji coba sistem avionik, sistem pengendalian dan pengoperasian hidrolik yang telah selesai menjalani pemeriksaan.
Baca juga: China Berang Umbar Ancaman saat Taiwan Selangkah Lagi Disokong Alutsista Canggih Negeri Paman Sam
Baca juga: China Unjuk Gigi Bikin Amerika Serikat Cemas, Warga Tiongkok Rayakan Imlek di Luar Angkasa
Begitu pula dengan sistem pembakaran BBM, sistem hidrolik, dan beberapa sistem lainnya juga telah dilakukan sebelum uji coba perdana pada Selasa (8/2/2022).
AVIC juga mengklaim jika pesawat buatan negeri tirai bambu dengan seri AG600-1003 ini telah selesai menjalani uji coba mesin secara berurutan, seperti dilansir media resmi pemerintah China, Jumat (11/2/2022).
Nantinya pesawat ini akan membantu tugas pemadam kebakaran, misi penyelamatan bahari serta operasi kedaruratan lainnya.
Setelah AG600-1003, dua seri AG600 lainnya dijadwalkan rampung perakitannya pada tahun ini sebagaimana dilaporkan oleh lembaga penyiaran resmi China.
Indonesia sendiri pada kesempatan terpisah juga sedang menyiapkan versi amfibi dari pesawat nasional N-219.
Pesawat N219 saat ini masih menjalankan uji terbang sebagai penyiapan untuk masuk ke pasar serta untuk penyiapan pengembangan pesawat N219 tersebut menjadi versi amfibi.
KLAIM Rusia Soal Kejayaan Tiongkok
Rusia sebelumnya berada di belakang China dalam mengalahkan dominasi Amerika Serikat.
Presieden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping bahkan telah mengadakan pembicaraan secara virtual di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara dan Barat.
Setelah pembicaraan itu, Kremlin mengungkapkan bahwa kedua negara sepakat untuk mengembangkan sistem keuangan bersama untuk mengurangi ketergantungan pada platform yang didominasi AS.
Baca juga: Korea Selatan Kecam Pembukaan Olimpiade Beijing, Sebut China Rampas Budaya Mereka
Baca juga: Imigrasi Deportasi 10 Warga Tiongkok, Hasil Ungkap Polisi Kasus Pemerasan Warga China Modus VCS
Langkah dianggap sebagai respons terhadap serangkaian peringatan dari negara-negara Barat yang bisa memutuskan hubungan Rusia dari sistem keuangan SWIFT sebagai sanksi.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis itu pula, Putin mengatakan China adalah mitra nomor satu Rusia.
Sebelumnya Putin mengungkapkan jika China sedang mengembangkan senjata dengan teknologi canggih.
Rusia bahkan menjalin kerja sama dengan China salah satunya pada bidang keamanan.
Putin menyebut angkatan bersenjata China sebagian besar dilengkapi dengan sistem persenjataan paling canggih.
Rusia menurut Putin bekerja sama dengan China di bidang luar angkasa, khususnya pada area pesawat.
Menurut dia, kerja sama antara angkatan China dan Rusia meliputi latihan bersama, partisipasi dalam latihan perang internasional bersama, patroli bersama di laut dan di udara.
Putin menambahkan, Rusia dan China memiliki kemitraan strategis yang benar-benar komprehensif.
Vladimir Putin menyebut China akan melampaui AS untuk setiap aspek perekonomian dalam 30 tahun ke depan.
Putin memprediksi, AS akan kehilangan posisi dominasinya di bidang keuangan dan perdagangan karena disalip China.
Hal tersebut disampaikan Putin kepada wartawan dalam konferensi pers akhir tahunan pada Kamis (23/12/2021) sebagaimana dilansir Russia Today.
Baca juga: Negeri Panda Viral, Ibu 8 Anak di China Lehernya Kena Rantai, Beijing Sensor Kritik Warga
Baca juga: Tiongkok Sebut Omicron Bisa Menular Lewat Surat Luar Negeri, Minta Warga China Waspada
“Hari ini, ekonomi China sudah lebih besar daripada Amerika dalam hal paritas daya beli,” kata Putin seperti diberitakan Kompas.com.
Menurutnya, pada 2035 hingga 2050, China akan melampaui AS dan Beijing akan menjadi ekonomi terkemuka di dunia dalam semua aspek.
Namun, dia menambahkan bahwa Barat sedang bekerja untuk melemahkan 'Negeri Panda' dan mencekik pertumbuhannya.
Putin juga mengecam boikot diplomatik yang dipimpin AS terhadap Olimpiade Beijing 2022 sebagai upaya yang tidak dapat diterima.
Menurutnya, itu sama saja menahan perkembangan Beijing.
Dia menambahkan, kedua belah pihak memiliki hubungan yang saling percaya dan itu membantu keduanya membangun hubungan bisnis yang baik.(TribunBatam.id) (Kompas.tv/Edwin Shri Bimo)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang China
Sumber: Kompas.tv
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pesawat-amfibi-china-emban-misi-khusus.jpg)