CORONA KEPRI
Nihil Pasien Sembuh Baru, Anambas Malah Tambah Kasus Covid-19 Lagi
Covid-19 di Anambas semakin mengganas. Jumlah kasus aktif terus saja bertambah hingga Selasa (22/2/2022).
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad sebelumnya menggelar rapat koordinasi evaluasi penanganan covid-19 bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Baca juga: PREDIKSI Puncak Kasus Omicron di Indonesia Terjadi 2 hingga 3 Minggu Mendatang
Baca juga: Covid-19 di Batam Melonjak Jadi Atensi Kapolresta Barelang, Ini Pintanya kepada Anggota
Rapat yang di ruang rapat utama kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Senin (21/2/2022) itu digelar setelah meningkatnya kasus covid-19 di Kepri.
Pada rapat tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, naiknya kasus aktif covid-19 di Kepri juga dialami seluruh daerah lainnya di Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh adanya varian baru virus covid-19 varian omicron.
Virus Covid-19 varian Omicron menyebar jauh lebih cepat dibandingkan dengan virus Covid-19 varian Delta.
Namun demikian, gejala yang ditimbulkan varian Omicron tidak seberbahaya dampak yang diakibatkan oleh varian Delta.
"Meskipun kasus aktif di Kepri meningkat beberapa hari terakhir, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit relatif rendah. Namun kita harus tetap waspada penuh karena tidak ingin gelombang Covid-19 seperti Delta kemarin terjadi lagi," ujar Ansar Ahmad dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Selasa (22/2/2022).
Baca juga: Transisi Pandemi Covid-19 Jadi Endemi, Pemerintah Gunakan Beberapa Indikator
Baca juga: Natuna Tambah Kasus Baru Corona, 4 Pasien Tak Diketahui Riwayat Kontaknya
Menurutnya, untuk menekan penyebaran virus Covid-19 varian Omicron diperlukan dua kunci utama.
Yaitu percepatan kembali serbuan vaksinasi dan penerapan ketat protokol kesehatan.
Terkait vaksinasi corona di Kepri, Gubernur menargetkan vaksinasi booster akan digalakkan di Kepri.
Ia menyebutkan saat ini vaksinasi booster masih rendah sebab masyarakat harus menunggu waktu jeda enam bulan dari vaksin kedua sebelum bisa disuntik vaksin booster.
Vaksin booster juga akan difokuskan pada pekerja industri di Kota Batam.
Sebab sektor barang dan jasa dapat terhambat apabila kasus aktif Covid-19 merebak di kawasan industri.
"Vaksinasi booster untuk pekerja akan kita lakukan segera setelah jangka waktu enam bulan tercapai, agar sektor perekonomian barang dan jasa tetap berjalan dan pemulihan ekonomi bisa kita optimalkan," lanjutnya.
Gubernur Kepri juga menyoroti penggunaan aplikasi peduli lindungi yang masih rendah penerapannya di tempat-tempat keramaian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20012022bupatin-anambas-vaksin-booster.jpg)