Breaking News:

Pariwisata Kepri Aman

Tradisi Melayu Ini Masih Lestari di Lingga, Masuk Warisan Budaya Tak Benda

Lingga punya tradisi yang masih terjaga hingga kini. Tradisi ini bahkan masuk dalam warisan budaya tak benda.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/istimewa untuk Tribun Batam
Tradisi perayaan Khataman Qur'an saat disambut dengan silat pengantin di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. 

Selain itu, biasanya anak kecil yang melakukan Khataman akan digendong di pundak orang dewasa atau dijulang, sambil memegang Quran di atasnya.

Mereka pun diarak atau berjalan kaki bersama menuju masjid atau surau.

Tradisi Melayunya pun terlihat saat diiringi dengan bebunyian gendang dan gong pengantin atau kompang dan rebana.

Sesampainya di masjid, biasanya yang bersangkutan akan mengelilingi masjid sebanyak tiga kali atau tujuh kali, sesuai dengan hajatnya.

Ketika pulang dari arakan, biasanya mereka akan disambut dengan tradisi adat Melayu silat pengantin sebelum menaiki bangsal atau tempat dilaksanakannya pembacaan Khataman Qur'an.

Pembacaan Khataman Qur'an diawali dengan Surah Ad-duha hingga An-Nas.

Hingga kemudian ditutup dengan Doa.

Baca juga: Tingkatkan Kepatuhan, DJP Buka Pojok Pajak di Aula Kantor Bupati Lingga

Baca juga: Undangan Terbuka bagi Musisi Batam, Disbudpar Gelar Lomba Cipta Lagu Melayu Berhadiah Uang

"Perayaan atau tradisi Khatam Al Qur'an ini sudah ada secara turun temurun. Yang mana anak telah menamatkan salah satu ajaran Islam, yaitu Al Qur'an.

Dan orang tuanya juga bagaimana bentuk merasakan ketika anaknya menamatkan pembacaan Qur'an itu," kata Pegiat Sejarah, Lazuardy kepada TribunBatam.id, Kamis (24/2/2022).

Dia menjelaskan, dalam prosesi khataman Al Qur'an tidak hanya menghadirkan orang tua, tetapi juga guru ngajinya.

Mereka yang berkhatam pun menyediakan sebuah seperangkat barang sebagai hadiah kepada guru ngaji, atas keberhasilan mendidik sehingga bisa menamatkan Al Qur'an.

"Nanti akan pergi ke rumah guru ngaji untuk melakukan penyerahan sebagai ucapan terima kasih dari orang tua, yang berupa nasi besar atau Wajid (sejenis dodol-) atau bisa pulut kuning, kemudian dilengkapi bunga telur (biasanya 30 telur menandakan 30 juz).

Selain itu dilengkapi dengan seperangkat alat lain, seperti cerek, kain sepotong, payung, dan hal lainnya," jelas Lazuardy.

Saat prosesi Khataman Qur'an ini, pengkhatam akan membawa di seluruh jemputan yang hadir, tokoh masyarakat atau ulama, dan lainnya.

Hingga saat ini, prosesi atau tradisi Khatam Qur'an masih mudah ditemukan di Lingga, termasuk saat acara pernikahan.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Wisata Kepri

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved