Breaking News:

Kasus DBD Menjangkit 125 Warga Karimun Selama 2 Bulan, Satu Orang Meninggal Dunia

Dinas Kesehatan Karimun mencatat ada 125 kasus DBD yang menjangkit warga Karimun, dengan satu kasus kematian pada awal tahun 2022

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
kolase Tribun Style
Kasus DBD Menjangkit 125 Warga Karimun Selama 2 Bulan, Satu Orang Meninggal Dunia. Foto Ilustrasi demam berdarah 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun mencatat perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dilaporkan ada sebanyak 125 kasus DBD, dengan 1 kasus kematian pada awal tahun 2022.

Kasus DBD di Karimun, paling banyak di wilayah Kecamatan Karimun dengan 47 kasus, disusul Kecamatan Meral dengan 34 kasus, dan Kecamatan Tebing ada 22 kasus.

Kemudian, Kecamatan Meral Barat ada 8 kasus, Kecamatan Kundur 5 kasus, Kecamatan Moro 1 kasus, Kecamatan Kundur Barat 4 kasus.

Lebih lanjut, Kecamatan Durai 1 kasus dan Kecamatan Buru 3 kasus.

"Sejauh ini sebanyak 125 kasus DBP di Kabupaten Karimun, dan kasus paling tinggi di Kecamatan Karimun, Meral dan Tebing," ujar Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi, pada Jumat (25/2/2022).

Rachmadi menambahkan, kasus DBD yang melanda Karimun, secara umum banyak menyerang pada kalangan anak-anak.

"Lonjakan kasus DBD yang terjadi di Karimun, pada akhir Januari hingga menjelang pertengahan Februari 2022 ini," tambahnya.

Baca juga: Gempa Bumi di Sumatera Barat, Getaran Terasa Hingga ke Karimun Kepri dan Negeri Jiran

Baca juga: Kecelakaan Maut, Pria di Karimun Tewas Terkapar Setelah Tabrak Tiang Listrik

Menurutnya, tingginya kasus DBD di Karimun, disebabkan karena tidak disiplinnya masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sehingga, dapat menyebabkan tempat bersarang nyamuk dan berkembang biak menjadi mudah, terutama pada penampungan air.

Untuk memberantas sarang nyamuk tersebut, peran aktif masyarakat paling utama, terutama menjaga kebersihan lingkungan disekitar rumah.

"Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tidak mungkin pemerintah membersihkan sampah-sampah di lingkungan perumahan atau di belakang rumah masyarakat," terangnya.

Terakhir, Rachmadi mengimbau pada masyarakat untuk terus melakukan gerakan 3M.

"3M tersebut di antaranya, menguras dan membersihkan bak mandi atau penampungan air, mengubur sampah, serta membersihkan lingkungan dan menabur bubuk abate," jelasnya.

Dalam hal ini, pemerintah juga melakukan pencegahan dengan melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan masyarakat, terutama wilayah yang terdapat DBD.

Namun, pengasapan atau fogging tidak dapat terus dilakukan di lokasi yang sama. Sebab akan memberikan kekebalan pada nyamuk.

"Fogging juga tidak bisa sering-sering, nyamuk bisa kebal dan tidak terpengaruh dengan jika dilakukan fogging. Jadi itu dilakukan dengan jangka waktu atau skala tertentu," pungkasnya. (TribunBatam.id/YeniHartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved