Sabtu, 25 April 2026

Gubernur Ansar Hadiri Rakor Bahas Covid dan PPKM, Dipimpin Menko Perekonomian

Berdasarkan data, per 25 Februari 2022 jumlah kasus covid-19 harian di Jawa-Bali relatif turun. Sebaliknya, kasus harian di luar Jawa-Bali justru naik

Penulis: Endra Kaputra |
ISTIMEWA
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan perkembangan Covid-19 dan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali melalui video conference dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (26/2/2022). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan perkembangan Covid-19 dan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali melalui video conference dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Sabtu (26/2/2022).

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto. 

Menko Airlangga memaparkan per 25 Februari 2022 di saat kasus konfirmasi harian di Jawa-Bali relatif menunjukkan tren penurunan, kasus harian dari luar Jawa-Bali menunjukkan peningkatan. 

"Kasus konfirmasi harian non jawa-bali sebanyak 17.225 atau 34,84 persen dengan kasus aktif 30,76 persen," papar Menko Airlangga. 

Namun, sambung Menko, meski terus terjadi peningkatan kasus, namun perawatan d RS masih relatif lebih rendah dibanding saat penanganan varian delta.

Bed Occupancy Ratio (BOR) Nasional sebesar 37 persen, dan BOR khusus luar Jawa-Bali terdata 31 persen. 

Dari data yang ada, terdapat 3 provinsi dengan kasus aktif tertinggi di atas 15 ribu kasus.

Baca juga: Gubernur Kepri Hadiri Rakornas KAHMI di Batam

Baca juga: Gubernur Ansar Sambut Wisman Travel Bubble Perdana Dari Singapura di Bintan

Namun menurut Menko Airlangga BOR masih memadai dan konversi tempat tidur (TT) covid19 di RS masih rendah. 

"Ketiga provinsi tersebut antara lain Sumatera Utara dengan 22.434 kasus dengan BOR 37 persen, kemudian Kalimantan Timur sebanyak 18.932 kasus dengan BOR 44 persen, dan Sulawesi Selatan sebanyak 17. 981 kasus dengan BOR 30 persen" imbuh Menko Airlangga. 

Berdasarkan data paparan Menko Airlangga, Provinsi Kepri menempati urutan 10 dengan jumlah kasus 6.345 dengan BOR 27 persen. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan perkembangan vaksinasi di mana menurutnya, percepatan cakupan dosis dua perlu dikejar sebagai indikator PPKM. 

Progres vaksinasi dari Kepri sendiri cukup membanggakan dimana di luar Jawa-Bali, Kepri menjadi salah satu dari dua provinsi yang vaksinasi dosis 2 totalnya telah mencapai lebih dari 70 persen tepatnya di angka 90,34 persen.

Terpaut cukup jauh dari urutan kedua, Kalimantan Timur di angka 77,37 persen. Kemudian capaian vaksinasi lansia, Kepri menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa-Bali yang telah melampaui 60 persen dosis 2 tepatnya di angka 69,01 persen. 

Kemudian Gubernur Ansar melaporkan, berkenaan peningkatan kasus positif di Batam serta PMI yang masih ditangani di Kepri, Gubernur perlu kepastian tambahan alokasi reagen PCR dari pusat. 

"Saat ini problem kita kekurangan reagen untuk PCR di BTKL. Perkiraan akan habis di pertengahan Maret" kata Gubernur. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved