Sabtu, 18 April 2026

Jenderal Bintang 2 Rusia Paling Disegani Tewas oleh Sniper Ukraina

Perang Rusia dan Ukraina dilaporkan menewaskan Jenderal Bintang 2 dari pihak Vladimir Putin. Kematiannya pun terbilang mencengangkan.

TribunBatam.id/Istimewa via Tribunnews.com
Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky, Komandan Jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia dan Wakil Komandan Angkatan Darat Gabungan ke-41 dilaporkan tewas akibat sniper Ukraina. 

Namun, Belanda sebelumnya bersikap lebih dingin dalam hal dukungan militer.

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Targetkan Kemenangan Pada 2 Maret Atas Ukraina

Baca juga: WNI di Ukraina Laporkan Kondisi Mencekam saat Serangan Rusia, Dengar Deru Pesawat di Langit

Pada 2016, para anggota parlemen Belanda dengan tegas menolak perjanjian utama Uni Eropa-Ukraina.

Sehingga Perdana Menteri Mark Rutte terpaksa membuat kesepakatan kompromi yang membatasi komitmen pertahanan UE ke Ukraina dan jaminan keanggotaan penuh UE untuk Kiev.

Kematian jenderal besar Rusia bernama Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky oleh pasukan sniper Ukraina disebut sebagai pukulan telak untuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky adalah Komandan Jenderal Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia dan Wakil Komandan Angkatan Darat Gabungan ke-41.

Seperti dikutip dari The Sun, Kamis (3/3/2022), Mayjen Sukhovetsky tewas dalam pertempuran di Pangkalan Udara Hostomel, sekitar 30 mil di luar ibu kota Ukraina, Kiev.

Sumber militer mengungkapkan, Mayjen Sukhovetsky tewas karena tertembak oleh sniper atau penembak jitu.

Sejauh ini, ia menjadi sosok senior pertama yang tewas dalam pertempuran di Ukraina.

Dilansir dari The Independent, Putin mengonfirmasikan bahwa seorang jenderal telah terbunuh pada pertempuran di Ukraina.

Menurut ahli, terbunuhnya Mayjen Sukhovetsky menjadi gambaran bahwa usaha Putin menyerang Ukraina tak sesuai rencana.

Baca juga: Akankah Perang Rusia - Ukraina Berlanjut? Perundingan 2 Negara Jadi Penentu

Baca juga: Cristiano Ronaldo Tolak Invasi Rusia ke Ukraina, Ingatkan Makna Perdamaian bagi Anak-Anak

Ia merupakan pasukan penerjun payung yang disegani, terlatih dalam misi di wilayah musuh, dan memiliki peran penting dalam pencaplokan Krimea pada 2014 lalu.

Direktur Eksekutif laman jurnalisme investigatif Bellingcat, Christo Grozev, mencuitkan bahwa kematiannya akan menjadi penurunan motivasi utama bagi tentara Rusia.

Rusia sendiri saat ini mengklaim jumlah tentara Rusia yang tewas di Ukraina adalah 498 orang, dan sekitar 1.597 tentara lainnya terluka.

Namun, pejabat Inggris mengungkapkan, jumlah pasti tentara Rusia yang tewas dan terluka sudah pasti lebih tinggi dan akan terus bertambah.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengungkapkan, setidaknya 227 warga sipil telah tewas dan 525 orang terluka di Ukraina sejak serangan dimulai pekan lalu.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved