Jenderal Bintang 2 Rusia Paling Disegani Tewas oleh Sniper Ukraina
Perang Rusia dan Ukraina dilaporkan menewaskan Jenderal Bintang 2 dari pihak Vladimir Putin. Kematiannya pun terbilang mencengangkan.
TRIBUNBATAM.id - Operasi militer khusus yang dilancarkan Rusia ke Ukraina dilaporkan terus memakan korban.
Korban jiwa diketahui tidak hanya dari warga sipil, namun juga meluas ke anggota militer dari kedua negara.
Semua sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan militernya untuk bergerak sejak 24 Februari 2022.
Kedua negara saling klaim akan keberhasilan mereka mempertahankan dan menggempur target sasaran.
Yang terbaru, Jenderal Bintang Dua Rusia dilaporkan menjadi korban dari serangan sniper.
Atau penembak jitu dari Ukraina.
Pada Februari 2022 lalu, Belanda dikabarkan n mengirim peralatan militer ke Ukraina termasuk senapan sniper dan helm, untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan Rusia.
Baca juga: Pengusaha Rusia Bikin Kontroversi, Hargai Kepala Presiden Vladimir Putin Rp 14 Miliar
Baca juga: China Bersikap Hadapi Konflik Rusia vs Ukraina, Vladimir Putin Minta Pasukan Nuklir Siaga
Langkah anggota NATO itu dilakukan meskipun negata tetangganya, Jerman, diejek oleh Wali Kota Kiev karena mengirim helm ke Ukraina guna menghadapi invasi Rusia.
Satu-satunya persenjataan mematikan yang akan dikirim Pemerintah Belanda ke Ukraina terdiri dari 100 senapan sniper dengan 30.000 butir amunisi, kata Kementerian Luar Negeri.
Belanda juga akan memasok 3.000 helm tempur dan 2.000 rompi lapis baja untuk perlindungan pribadi bagian tubuh vital, katanya.
Belanda selanjutnya akan memasok 30 detektor logam, dua robot untuk mendeteksi ranjau laut, dua radar pengawasan medan perang, dan lima radar lokasi senjata yang membantu tentara mengetahui dari mana datangnya tembakan, katanya.
Jerman pada Januari mengatakan, tidak akan memberikan senjata ke Ukraina tetapi menawarkan 5.000 helm sebagai gantinya. Kebijakan itu dikecam sebagai "lelucon" oleh Wali Kota Kiev Vitali Klitschko.
Belanda membangun hubungan dekat dengan Ukraina setelah insiden MH17 pada 2014.
Tepatnya ketika pesawat Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam itu ditembak jatuh di atas Ukraina timur pada 2014.
Dari 298 orang yang tewas di dalamnya, 196 di antaranya adalah warga Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jenderal-bintang-dua-rusia-tewas-akibat-sniper-ukraina.jpg)