Breaking News:

BATAM TERKINI

Cleaning Service Pelabuhan Harbour Bay Batam Bersyukur, Dampak PPLN Pintu Masuk Khusus Batam

Berikut kondisi terkini Pelabuhan Harbour Bay Batam satu hari setelah terbitnya SE nomor 13 Tahun 2022.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Kondisi terkini ruang tunggu Pelabuhan Internasional Harbourbay Batam, Rabu (9/3/2022), atau satu hari setelah terbitnya surat edaran nomor 13 tahun 2022. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2022 menjadi angin segar bagi Ilham.

Pria yang berprofesi sebagai cleaning service (CS) di Pelabuhan Harbour Bay Batam kini bisa bekerja lagi setelah hampir 5 bulan terpaksa dirumahkan.

Warga yang telah lama tinggal di Batam ini bahkan sempat berniat untuk mencari pekerjaan lain.

Sampai akhirnya panggilan kerja itu datang lagi.

Dalam surat edaran yang mengatur tentang protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) selama pandemi covid-19 itu, Satgas Covid-19 menetapkan Kota Batam dan Kabupaten Bintan sebagai pintu masuk khusus.

Selain dua daerah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ada juga Bali yang ditetapkan sebagai entry point khusus.

Baca juga: Titik Jemput Gojek di Batam Kini Hadir di Harbour Bay, Ada Diskon hingga Rp 300 Ribu

Baca juga: Batam Marriott Hotel Harbour Bay Datangkan Chef Etha, Siap Manjakan Penikmat Kuliner

Surat edaran yang berlaku mulai 8 Maret 2022 serta ditanda tangani oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M menetapkan sejumlah pelabuhan dan bandara di dua wilayah ini sebagai pintu masuk.

PPLN Khusus Batam dan Bintan dapat memasuki kawasan Batam melalui entry point di antaranya Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau; Pelabuhan Batam.

Kemudian Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang; Pelabuhan Bintan; atau Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Tidak hanya membawa angin segar bagi pekerja pelabuhan, surat edaran ini juga diharapkan memberi dampak pada tempat wisata maupun penginapan di Provinsi Kepri, khususnya dua daerah ini.

Sebab pelaku perjalanan luar negeri yang bukan merupakan masyarakat Batam dan Bintan wajib menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran paket wisata atau tempat akomodasi penginapan minimal 4 (empat) hari.

Sementara bagi PPLN Khusus Batam, dan Bintan yang merupakan masyarakat setempat, wajib menunjukkan bukti kartu identitas atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili di Bali, Batam dan Bintan.

"Sebelumnya saya sempat dirumakan hampir kurang lebih 5 bulan. Alhamdulillah saya bisa disuruh kerja lagi," ungkapnya.

Baca juga: Warga Batam - Bintan Cukup Tunjukkan KTP, Simak Aturan PPLN Khusus Terbaru Selama Pandemi

Baca juga: INI Aturan Terbaru Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang Masuk ke Batam, Bintan dan Bali

Meski kondisi Pelabuhan Harbour Bay Batam masih sepi, ia optimis aktivitas di pelabuhan ini bisa normal seperti semula.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved