Jumat, 8 Mei 2026

3 Hotel Berbintang di Batam Dikabarkan Bakal Gulung Tikar, Reaksi Kepala Disbudpar?

Beredar kabar ada tiga hotel berbintang di Batam akan tutup, Kadispar Batam Ardiwinata sebut, hingga kini belum ada laporan resmi ke pihaknya

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (Kadisbudpar) Batam, Ardiwinata 

Harapannya, tidak ada lagi hotel yang tutup operasional mereka.

Kendati demikian, Ardi menyebut saat ini total hotel mencapai 220, baik bintang dan non bintang. Pembangunan hotel juga terlihat, hal ini terbukti dengan hadirnya Marriot Hotel, dan Mercure yang dalam tahap penyelesaian.

"Ada yang tutup dan ada juga yang bangun. Jadi semua berjalan. Ini membuktikan Batam siap keluar dari jeratan pandemi ini. Seperti diketahui sektor wisata paling banyak terdampak," katanya.

Kata Gubernur Kepri

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengaku prihatin melihat kondisi pariwisata di Kepri selama pandemi Covid-19 saat ini.

Ia berharap, pemerintah pusat dapat menindaklanjuti usulan Pemerintah Provinsi Kepri terkait diskresi-diskresi dalam sektor pariwisata yang saat ini mulai diterapkan.

Pasalnya, beberapa pelaku usaha wisata dan perhotelan masih belum merasakan dampak dari dibukanya kebijakan baru Travel Bubble yang bertujuan menggaet wisatawan mancanegara (wisman) ini.

Bahkan, terbaru, Ansar mengungkapkan bahwa hingga kini sudah ada tiga hotel berbintang yang menyampaikan rencana menghentikan kegiatan operasionalnya akibat tidak kuat menahan hantaman pandemi Covid-19.

"Tiga hotel ini semuanya di Batam, jika benar terjadi, tentu akan menyusul Hotel Harmoni One Nagoya yang sudah tutup sebelumnya," ujar Ansar, Rabu (16/3/2022).

Terkait hal ini, Ansar menilai ini dapat terdampak pada angka pengangguran yang akan terjadi.

Meski, ia mengakui saat ini tingkat pengangguran di Kepri sebenarnya telah menunjukkan angka positif, dengan penurunan sebesar 1 persen.

"Tapi ini akan buyar apabila dalam bulan ini kita tidak bisa menerapkan skema VTL. Saya sudah minta manajemen ke tiga hotel itu untuk tetap bertahan selama sebulan," jelas Ansar.

Guna meningkatkan akses terhadap pariwisata Kepri, khususnya bagi wisman, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Kemenkumham RI agar Visa on Arrival (VOA) bagi wisman dari negara lain bisa mulai diterapkan.

"Dalam dua hari ini kita harap ada kabar baik dari Kemenkumham. Kalau belum, saya terpaksa kembali ke Jakarta," tambah Ansar.

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved