Breaking News:

DISKOMINFO LINGGA

Pemkab Lingga Optimisitis Ekonomi Warga Bangkit Berkat Budidaya Udang Vaname

Budidaya udang vaname diklaim Pemkab Lingga menjadi cara ampuh untuk meningkatkan perekonomian warga di sana, khususnya saat covid-19.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Diskominfo Lingga
Sejumlah kelompok budidaya bersama Ketua DPRD Lingga saat melakukan panen udang Vaname baru-baru ini. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Perikanan terus fokus pada peningkatan perekonomian masyarakat di sektor budidaya tambak udang vaname.

Upaya menggeliatkan pembesaran udang vaname pada sejumlah tambak yang ada di beberapa desa telah menuai hasil yang cukup memuaskan.

Setidaknya baru-baru ini ada 4 kelompok pembudidayaan ikan (Pokdakan) telah berhasil panen maksimal.

Yakni Pokdakan Makmur Sejahtera Desa Sungai Buluh, Pokdakan Maju Jaya Desa Sungai Pinang, Pokdakan Udang Swalo Desa Panggak Laut dan Pokdakan Udang Galah Desa Resun Pesisir.

"Panen ini dilakukan setelah 90 hari dari tebar benih udang sebanyak 100.000 ekor pada masing-masing kelompok tambak pada Desember 2021 lalu," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lingga, Sutarman, Minggu (20/3/2022).

Baca juga: 30 Warga Lingga Masih Berjuang Sembuh Dari Covid-19, Kasus Aktif Berkurang Empat

Baca juga: Sudah Kuasai Teknologi, Pemkab Bintan Bidik Budidaya Ikan Bawal Bintang

Sebelum melakukan panen total, para petambak telah melakukan panen parsial dengan jumlah 200-500 kilogram, pada hari ke 70-80 dengan rata-rata berat udang 12 gram per ekornya.

Sehingga diperkirakan pada panen total, diusia 90 hari, mencapai target 1-1,2 ton pada setiap pokdakan, dengan rata-rata berat udang diatas 15 gram per ekor.

Dia berharap, dari hasil panen perdana ini, bisa menjadi motivasi setiap kelompok untuk terus berkembang, maju dan mandiri.

Karena menurutnya sangat berdampak pada peningkatan sektor perekonomian masyarakat dan kelompok.

"Bisa menjadi alternatif, penghasilan tambahan bagi kelompok. Karena mereka para petambak, sebagai besar mempunyai pekerjaan tetap, seperti nelayan, buruh dan lain. Tentu pada program budidaya ini menjadi faktor penunjang ekonomi baru masyarakat," jelas Sutarman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved