KHAZANAH ISLAM
Inilah Sejarah Islam di Eropa, Agama dengan Perkembangan Terbesar di Dunia
Saat ini Islam adalah agama dengan tingkat perkembangan terbesar di dunia dan agama terbesar kedua di Eropa setelah Kristen
TRIBUNBATAM.id - Islam bukan cuma berkembang di Timur Tengah, Indonesia dan Afrika.
Di Eropa, perkembangan umat Islam dari tahun ke tahun bahkan semakin pesat.
Sejak awal sejarah Islam, umat Muslim sebenarnya telah masuk ke wilayah Eropa.
Penaklukkan Muslim atas Persia pada abad ke-7 membuka jalan bagi perkembangan Islam di benua Eropa.
Sementara gelombang besar pertama Islam masuk Eropa terjadi pada tahun 711, setelah penaklukan Semenanjung Iberia.
Setelah itu peradaban Islam berkembang di wilayah Spanyol di bawah pemerintahan Dinasti Umayyah.
Majunya peradaban Islam di Spanyol kala itu dapat dilihat pada bidang ilmu pengetahuan, yang ditandai dengan munculnya ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Ibnu Khaldun dan Ibnu Rusyd.
Islam juga berhasil masuk dan berkembang di Italia pada sekitar abad ke-9, tepatnya di Pulau Sisilia.
Tidak hanya di Spanyol dan Italia, Bani Umayyah juga membawa Islam ke Eropa Timur seperti Rusia.
Sejak itu, pengaruh Islam terus menyebar ke berbagai negara di Eropa.
Baca juga: Sah atau Tidak Berwudhu dalam Keadaan Telanjang? Bagaimana Hukumnya di Islam?
Baca juga: Kemenag Batam Libatkan Ormas Islam Pantau Hilal Ramadan 1443 H
Bahkan saat ini Islam adalah agama dengan tingkat perkembangan terbesar di dunia dan agama terbesar kedua di Eropa setelah Kristen.
Konsentrasi utama populasi Muslim di Eropa saat ini bisa ditemukan di Rusia, Albania, Perancis, Jerman, Inggris, dan beberapa negara di Eropa Barat lainnya.
Pada 2018, umat Muslim di Rusia diperkirakan mencapai 28 juta jiwa atau sekitar 20 persen dari total populasi Rusia.
Sementara negara di Eropa yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam terletak di wilayah Balkan dan Eropa Tenggara.
Mereka telah tinggal di wilayah tersebut selama berabad-abad, bahkan sejak masuknya Islam di Eropa.
Baca juga: Ormas Islam Karimun Sikapi Pernyataan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Coumas Soal Azan
Baca juga: Kapan Puasa Ramadhan 2022? Yuk Jelajah 3 Tradisi Unik Bulan Suci Umat Islam Itu di Berbagai Negara
Periode kemunduran Islam
Di Italia, perkembangan Islam tidak berlangsung lama seiring bangsa Normandia menguasai Sisilia pada abad ke-11.
Pada sekitar abad ke-13, umat Islam mengalami masa kemunduran, yang juga berpengaruh terhadap perkembangan Islam di Eropa.
Kekuasaan Muslim di Spanyol yang berlangsung selama beberapa ratus tahun, berhasil diruntuhkan oleh pasukan Kristen.
Setelah runtuhnya Kekhalifahan Bani Umayyah di Spanyol, muncul berbagai keamiran atau provinsi kecil dan terjadi perpecahan di kalangan umat Islam.
Kekuasaan Islam di Spanyol resmi berakhir setelah jatuhnya Kerajaan Granada pada 1492.
Setelah itu, umat Muslim di Semenanjung Iberia banyak yang masuk Kristen dan sebagian lainnya dibiarkan menjadi Islam minoritas.
Pengaruh Islam di Spanyol semakin meredup setelah terjadi peristiwa Pengusiran Morisco pada 1609 oleh Raja Phillip III.
Meski keberadaan umat Muslim di Eropa Barat semaki terkikis, pengaruh Islam di wilayah timur masih berkembang secara perlahan.
Baca juga: Inilah Daftar Negara Mayoritas Umat Islam Terbesar Dunia, Indonesia?
Baca juga: Resmikan Islamic Centre, Pemkab Natuna Bakal Undang Ustadz Dr H Das’ad Latif
Perkembangan Islam di wilayah Eropa Timur adalah hasil kerja keras bangsa Mongol pada abad ke-13.
Selain itu, Islam masih dapat berkembang di Eropa karena peran Kesultanan Utsmaniyah di Turki.
Pada pertengahan abad ke-15, setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Ottoman, Islam berkembang di wilayah Semenanjung Balkan dan sebagian umat Muslim menyebar ke wilayah Ukraina, Polandia, hingga Finlandia.
Pada periode kekuasaan Turki Ottoman pula, banyak bangsa Slavia, orang-orang Albania dan Bulgaria yang masuk Islam.
Perkembangan Islam Eropa abad ke-19
Terlepas dari kekuatan bangsa Kristen yang dominan di Eropa, pengaruh Islam masih bertahan hingga memasuki era imperialisme bangsa Barat di beberapa wilayah Afrika dan Asia.
Perkembangan Islam pun semakin pesat ketika Terusan Suez dibuka pada 1869.
Saat itu, Inggris yang memiliki banyak koloni mengambil pekerja dari wilayah kekuasannya.
Inggris mengambil pekerja dari Timur Tengah dan Afrika yang mayoritas beragama Islam.
Para imigran Muslim tersebut menetap di Cardiff, Liverpool, Newcastle dan London.
Komunitas-komunitas Muslim tersebut kemudian membangun masjid pertama di Inggris, tepatnya di Liverpool dan pinggiran London pada tahun 1890.
Baca juga: Amerika Serikat: Militer Myanmar Lakukan Genosida ke Muslim Rohingya, Warga Trauma Kembali Disiksa
Baca juga: Amalan yang Membantu Muslim di Akhirat, Balasan Dahsyat untuk Orang Saleh bila Rutin Mengerjakannya
Hal sama juga terjadi di Perancis pada abad ke-19.
Islam masuk secara besar-besaran ke negara ini akibat migrasi pekerja Muslim, yang umumnya menjadi tenaga kerja di industri minyak zaitun dan peralatan berat.
Selain itu, ketika pecah Perang Dunia I pada 1914, banyak Muslim Afrika didatangkan oleh Perancis untuk bekerja di bidang industri dan infrastuktur.
Perancis pun menghargai peran umat Muslim di negaranya dengan memberikan dukungan terhadap pendirian sebuah masjid di Kota Paris pada tahun 1926.
Di Jerman, Islam berkembang setelah adanya hubungan dagang dengan pemerintah Turki Ottoman.
Namun, ketika Jerman dan Turki Ottoman mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I, keberadaan komunitas Muslim di Jerman juga ikut terganggu.
Pasalnya, sebelum Turki Ottoman mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I, wilayah kekuasaannya di Balkan telah menjadi rebutan dengan Kekaisaran Austria-Hongaria.
Wilayah Balkan atau tepatnya Bosnia-Herzegovina yang dikuasai Turki Ottoman dan banyak ditinggali umat Muslim, direbut Austria-Hongaria pada 1878.
Setelah Perang Dunia II berakhir, negara-negara Eropa bangkit dan membutuhkan tenaga kerja untuk industri mereka.
Baca juga: Masuk Golongan Orang Bertakwa & Ahli Surga, Ini Keajaiban Salat Tahajud bagi Muslim Mengerjakannya
Baca juga: Diamanahi Bangun 1000 Masjid Usai Mualaf, Karier Putri Pengusaha Muslim Jusuf Hamka Bikin Melongo
Sejumlah negara di Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Italia dan beberapa negara Skandinavia, kemudian mengimpor tenaga kerja Muslim dari wilayah Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Utara.
Penutupan pintu imigrasi pada 1962 kemudian mendorong kesadaran untuk membangun komunitas Muslim dan tempat ibadah.
Dari situ imigran Muslim di Eropa memerhatikan pendidikan agama Islam bagi anak-anak mereka.
Kebutuhan tersebut kemudian mendorong berdirinya organisasi Islam di Eropa, seperti organisasi Verband Islamischer Kulturzentren di Jerman Barat pada 1970-an.
Lalu pada 1980-an berdiri organisasi Islam di Perancis dan Inggris, yang kemudian disusul oleh beberapa negara di Eropa lainnya, seperti Belgia, Austria dan Spanyol.
Pada akhir abad ke-20 hingga awal abad ke-21, gelombang imigrasi yang cukup besar dari umat Muslim memasuki Eropa Barat.
Pada 2010, diperkirakan 44 juta Muslim tinggal di Eropa atau sekitar 6 persen dari keseluruhan populasi di benua ini.
Jumlah tersebut terus bertambah setiap tahunnya.
Bahkan pada 2030, diperkirakan umat Muslim di Eropa dapat mencapai 58 juta orang.
Baca juga: AS Tuduh China Lakukan Genosida Muslim Uighur, Serukan Hal Ini dengan Xinjiang
Baca juga: Panduan Tata Cara dan Niat Sholat Jumat, Wajib bagi Muslim Laki-laki
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
Referensi: W. Arnold, Thomas. (2019). Sejarah Lengkap Penyebaran Islam di Dunia. Yogyakarta: IRCiSoD
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-warga-muslim-di-inggris.jpg)