BATAM TERKINI
Warga Terdampak SUTT Desak DPRD Hentikan Pembangunan SUTT oleh bright PLN Batam
bright PLN Batam diminta menghentikan pembangunan SUTT di lokasi yang ditolak warga, serta memindahkan titik pembangunan ke lokasi lain sesuai Perda.
Selain itu, ia mengharapkan masyarakat dan polisi dapat bekerjasama bahu membahu menciptakan keamanan.
Atas tuntutan warga terkait pembangunan SUTT, Siti mengatakan akan meneruskan tuntutan itu kepada pimpinan DPRD Kota Batam.
Meski bright PLN Batam bukan lagi mitra DPRD Kota Batam, melainkan DPRD Provinsi Kepri, namun pihaknya menyatakan akan meneruskan rekomendasi-rekomendasi terkait masalah ini kepada DPRD Kepri.
"Kita sama-sama menjaga ketertiban, kalau ada polisi yang berbuat semena-mena harus diproses hukum. Kemudian, tuntutan ini akan saya sampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti," ujar Siti.
Komitmen Siti itu ia tuangkan juga dalam tandatangan di kertas tuntutan yang disodorkan warga.
Usai menemui Anggota DPRD Kota Batam itu, warga pun langsung berbondong-bondong membubarkan diri di tengah cuaca panas terik.
Isi 6 Tuntutan Warga
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga yang terdampak Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor bright PLN Batam dan Kantor DPRD Kota Batam, Senin (28/3/2022).
Seperti diketahui, warga yang terdampak ini dari berbagai Perumahan, yakni dari Perumahan Cendana hingga ke Perumahan Bandara Mas, Batam Center, Kepulauan Riau.
Aksi ini tak hanya diikuti warga, tapi juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak).
Sekira pukul 10.00 WIB, titik kumpul mereka di depan Dataran Engku Puteri Batam Center selanjutnya berjalan menuju Kantor bright PLN Batam sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan memainkan kompang.
Uniknya, aksi warga di kantor bright PLN Batam ini diawali dengan drama singkat.
Pantauan TRIBUNBATAM.id, warga ada yang berperan sebagai Wali Kota Batam, Dirut bright PLN Batam dan Petugas Pemasangan Tiang SUTT.
Dalam drama ini, Dirut bright PLN Batam membagi-bagikan uang palsu kepada warga yang berperan sebagai Wali Kota dan Petugas.
Kemudian petugas tetap bersikeras melawan warga dan tetap memasang replika tiang SUTT yang terbuat dari paralon setinggi 3 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/28032022siti-nurlaila.jpg)