Breaking News:

BATAM TERKINI

Rumah Kampung Tua Tanjung Gundap Batam Rusak Gegara Cuaca Ekstrem, Warga Berharap Bantuan

Rumah warga Kampung Tua Tanjung Gundap Batam yang rusak akibat cuaca ekstrem berharap bantuan pemerintah.

TribunBatam.id/Ian Sitanggang
Rumah warga Kampung Tua Tanjung Gundap Sagulung Batam rusak akibat angin kencang, Selasa (29/3/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rumah warga Kampung Tua Tanjungundap, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) rusak akibat angin kencang, Selasa (29/3/2022).

Mereka kini berharap bantuan dari pemerintah dan warga Kota Batam.

Harapan tersebut diutarakan warga karena hanya tinggal menghitung hari, dimana umat Islam akan menjalankan ibadah puasa.

Bukan hanya itu, kondisi rumah yang rusak parah tidak mudah untuk memperbaiki dan pasti membutuhkan biaya yang cukup besar.

Ketua RW Kampung Tua Tanjungundap, Rahman, mengatakan mereka sudah melakukan pendataan dimana ada 28 unit rumah yang terkena musibah angin puting beliung.

Dua di antaranya rusak parah, sementara yang lain karena imbas dari rumah yang kondisinya rusak parah.

Baca juga: BMKG Minta Warga Kepri Waspada Cuaca Ekstrem, Gelombang Laut Natuna Utara Bisa 5 Meter

Baca juga: WASPADA! Suhu Panas dan Angin Kencang Berpotensi Landa Bintan dan Tanjungpinang 3 Hari Mendatang

"Sampai saat ini kita belum ada terima bantuan, yang sudah datang ke lokasi baru Pak Lurah. Dan sudah mendata seluruh rumah yang menjadi korban," ungkap Rahman, Rabu (30/3/2022).

Dia mengatakan mereka bersyukur karena yang rusak hanya rumah.

Sementara warganya meski saat kejadian ada di dalam rumah, tetapi tidak ada yang mengalami luka.

Saat ini yang sangat dibutuhkan warganya adalah perbaikan rumah mereka yang rusak.

Karena hanya tinggal menghitung hari mereka akan menjalankan ibadah puasa.

"Harapan kami beban warga ini bisa lebih ringan, agar saat puasa nanti bisa fokus menjalankan ibadah," kata Rahman.

Sementara di tempat yang sama Lurah Tembesi Muhammad Arfi'e yang langsung turun ke lokasi menjelaskan, pihaknya sudah mendata seluruh rumah yang menjadi korban.

"Datanya sudah kita kumpulkan, kita juga sudah menghitung biaya material yang dibutuhkan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved