Kamis, 7 Mei 2026

BATAM TERKINI

Kelong Dihantam Tongkang, Nelayan Pulau Cicir Batam Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Kelong milik nelayan dan terumbu karang di perairan Pulau Cicir rusak dihantam tongkang dan Tugboat. 

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Kapal Tongkang hantam Kelong Nelayan pulau Cicir Bulang Lintang 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nelayan Pulau Cicir, Kelurahan Bulang Lintang terancam kehilangan mata pencaharian. 

Bukan tanpa sebab, Kelong milik nelayan dan terumbu karang di perairan Pulau Cicir rusak dihantam tongkang dan Tugboat. 

Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu. Warga pun kesal dan bahkan kecewa. Mereka terancam kehilangan mata pencaharian. 

Imbasnya, nelayan yang selama ini bergantung hidup dengan usaha kelong di lokasi kejadian, sudah tak memiliki penghasilan lagi.

Ikan yang biasanya dipanen setiap hari sudah menghilang.

”Masalah utamanya di kerusakan terumbu karang. Ikan ada kalau terumbu karangnya bagus. Tongkang dan tugbaot itu hanyut saat melintas dari Nongsa mau ke Tanjunguncang, terseret semua terumbu karang di lokasi kelong saya,” ujar Amran, nelayan Pulau Lintang RT 03/RW 01, Kelurahan Bulang Lintang, Bulang, Kamis (31/3/2022).

Baca juga: 133.000 Pedagang di Kepri Sudah Gunakan QRIS

Baca juga: 7 Tahun Diburu Polisi, Koruptor Ini Ternyata Hidup Bebas dan Sempat Jadi Satpam di Karimun

Kata Amran, warga Pulau Lintang bergantung hidup dari hasil tangkapan ikan.

Namun sumber utama penghasilannya itu kini telah dirusak.
 
Hanyutnya tongkang tanpa muatan dan tugboat tersebut terjadi pada Januari lalu saat cuaca perairan di Batam cukup buruk.

Saat itu, Amran dan nelayan yang berdampak meminta pertanggungjawaban dari pihak kapal.

Namun, perwakilan perusahaan dari dua kapal tersebut tidak bisa berbuat banyak.

Tuntutan ganti rugi Kelong yang rusak ataupun terumbu karang yang hancur belum juga disanggupi hingga saat ini.

Amran dan saudara-saudaranya sudah berusaha melaporkan ke agen pelayaran kapal dan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), namun belum ada tindakan yang berarti.

Amran kecewa sebab belakangan diketahui kapal tongkang dan tugboat tersebut sudah berlayar lagi tanpa terlebih dahulu menyelesaikan masalah yang ditinggalkan.

”Padahal dampaknya sangat merugikan kami sebagai nelayan. Kelong rusak, terumbu karang hancur. Tahu lah kalau kelong ini sistemnya menjerat ikan, nah kalau terumbu karang sudah hancur macam mana ikan mau datang,” ujar Amran.

Kelong yang rusak ada dua unit. Semenjak kejadian itu dia tak punya penghasilan tetap lagi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved