RAMADHAN
Ingin Tubuh Bugar Meski Berpuasa? Begini Cara Minum Air Putih yang Benar agar Tidak Dehidrasi
Selama ini ada anjuran agar setiap orang minum air putih delapan gelas atau dua liter dalam sehari.
TRIBUNBATAM.id - Asupan air selama berpuasa terbatasi, untuk itu dibutuhkan panduan yang tepat agar tubuh tetap tercukupi asupan cairan.
Kebutuhan cairan yang terpenuhi mencegah tubuh mengalami dehidrasi.
Pasalnya dehidrasi bisa menyebabkan tubuh kurang bugar dan lemas.
Kebutuhan cairan atau minum air putih setiap orang bisa berbeda-beda.
Kebutuhan cairan tergantung banyak tidaknya aktivitas, jenis kelamin, kondisi kesehatan, suhu udara, kelembaban, sampai intensitas berkemih atau kencing.
Selama ini ada anjuran agar setiap orang minum air putih delapan gelas atau dua liter dalam sehari.
Air putih lebih dianjurkan sebagai fondasi pemenuhan cairan tubuh karena paling gampang diserap.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Bibir Kering dan Pecah-pecah saat Puasa, Konsumsi Madu saat Sahur dan Berbuka
Baca juga: Cara Alami agar Tak Loyo dan Mudah Mengantuk Saat Menjalankan Puasa Ramadhan
Sumber cairan lain bisa berasal dari buah, sayur, teh, kopi, sampai kuah masakan.
Lantas, benarkah kebutuhan minum setiap orang sebanyak dua liter per hari, termasuk saat puasa?
Para ahli dari Institute of Medicine di AS menjabarkan kebutuhan cairan rata-rata per hari individu dalam kondisi sehat dengan aktivitas normal sebagai berikut:
Pria dewasa: 13 gelas atau tiga liter
Wanita dewasa: 9 gelas atau dua liter lebih sedikit
Ibu hamil: 10 gelas atau dua liter lebih sedikit
Ibu menyusui: 12 gelas atau nyaris tiga liter
Anak dan remaja: 6 sampai 8 gelas atau hampir dua liter
Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 20 persen asupan cairan berasal dari makanan yang kita konsumsi.
Sedangkan 80 persen sisanya berasal dari air putih dan minuman lainnya.
Baca juga: Tubuh Tetap Bugar Meski Berpuasa, Intip 5 Tips Menerapkan Hidup Sehat di Bulan Ramadhan
Baca juga: Kapan Awal Ramadan 1443 H? Kemenag Minta Tunggu Hasil Sidang Isbat Hari Ini, Jumat (1/4/2022)
Kebutuhan cairan saat puasa pada dasarnya sama dengan hari biasanya.
Seperti hari biasa, kebutuhan cairan selama Ramadhan disesuaikan dengan jenis aktivitas dan kebiasaan makan.
Cairan dalam tubuh memang bisa hilang setiap hari lewat air seni dan keringat.
Namun saat berpuasa, tubuh seseorang secara alami beradaptasi menghemat air untuk bekal menjalani puasa.
"Saat puasa, ginjal akan menghemat air sebanyak mungkin dengan mengurangi intensitas kencing," jelas Tanya van Aswegen, ahli gizi klinis dari Valiant Clinic Dubai kepada Gulf News.
Mengonsumsi asupan kaya cairan yang cukup saat puasa penting untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat berpuasa dan membuat tubuh terhidrasi dengan baik.
Cara mencukupi kebutuhan air putih saat puasa
Minum air putih adalah sumber hidrasi terbaik agar tubuh dapat berfungsi dengan normal.
Namun, sebagian orang merasa susah minum air putih saat puasa.
Terlebih saat terhidang beragam menu minuman saat sahur dan berbuka puasa.
Melansir Buzz Feed, berikut cara minum air putih saat puasa:
- Minum dua gelas air putih saat sahur, minum segelas saat bangun tidur dan segelas lagi selesai santap sahur
- Buka puasa dengan segelas air putih, lalu minum segelas air putih lagi setelah menikmati hidangan takjil
- Siapkan air putih 1,5 gelas sampai dua gelas sebelum dan sesudah shalat tarawih
- Minum segelas air putih selepas makan malam dan siapkan segelas air putih untuk bekal tidur di malam hari
Kebutuhan air minum atau cairan perlu ditambah saat banyak aktivitas, berada di tempat terik, berolahraga, banyak berkeringat dan berkemih, sedang demam, atau mengalami diare.
Baca juga: 7 Tips Badan Tetap Bugar dan Tidak Lemas saat Berpuasa, Salah Satunya Perbanyak Makanan Berserat
Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib Menjelang Puasa Ramadhan 2022
Sedangkan penderita gangguan jantung atau penyakit ginjal perlu membatasi asupan cairannya.
Jumlah idealnya bisa dikonsultasikan dengan dokter.
(*/TRIBUNBATAM.id)