Sabtu, 11 April 2026

Hingga Malam Ini, Penumpang Roro di Pelabuhan Punggur Batam Belum juga Berangkat

Kapal roro dari Batam yang dijadwalkan berangkat pukul 11:00 WIB, Kamis (28/4) itu, tak juga kunjung berangkat hingga malam, penumpang masih bertahan

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Penumpang kapal roro di Pelabuhan Punggur Batam, Kamis (28/4/2022) malam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Hingga Kamis (28/4/2022) malam, sejumlah calon penumpang masih memadati Pelabuhan Roro Punggur, Batam.

Mereka tetap antre di dermaga dan ingin memasuki kapal. Namun kapasitas kapal sudah penuh, dan tak mampu menampung lebih banyak lagi penumpang.

Akibatnya banyak calon penumpang protes. Mereka tak terima akan ditinggal kapal, padahal sudah antre lama.

Bukan tanpa alasan, para calon penumpang mengaku ada yang sudah antre sejak subuh pagi. Parahnya lagi, ada yang sudah dua hari bermalam di parkiran kapal menunggu jadwal pelayaran.

Kepadatan calon penumpang terus meningkat hingga siang. Akibatnya, kapal yang rencananya dijadwalkan berangkat pukul 11:00 WIB, Kamis itu, tak juga kunjung berangkat.

Lama menunggu di pelabuhan, kini mereka mendapat kabar ada ratusan penumpang yang tak mampu diangkut kapal.

Amarah mereka pun pecah, emosi tak terbendung hingga mereka saling serobot untuk masuk mendahului antrean kendaraan lainnya.

Parahnya lagi, ada sejumlah kendaraaan yang masuk melalui jalur khusus tanpa harus mengikuti antrean.

Baca juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran, Polres Anambas Dirikan Pos Pengamanan di Pelabuhan Tarempa

Baca juga: JUMLAH Penumpang Membludak Jelang Lebaran, 30 Kapal Dikerahkan di Pelabuhan Sekupang Batam  

“Ini tidak adil. Kami sudah menunggu dari pagi subuh namun kendaraan kami didahului mobil lainnya. Gak terima kami,” ujar seorang pengendara dengan nada kesal.

“Sekalipun itu kendaraan pejabat, jenderal tetap lah sesuai antrean. Jangan main nyelonong duluan, kami yang sudah antre lama malah tertinggal,” sambung dia.

Aksi keributan itu bahkan berimbas hingga saling dorong-dorongan oleh pemudik.

Petugas bahkan tak mampu menghalau dan menertibkannya.

Beberapa anak kecil terlihat menangis. Ibu-ibu juga bahkan histeris.

Ada yang menangis seakan merayakan Idul Fitri di kampung halaman hanya sebatas angan-angan. Jika mereka tak mampu diangkut kapal, mimpi Lebaran di kampung halaman pun sirna seketika.

“Memang tak ada hati mereka ini. Kami bawa anak-anak. Kami satu keluarga berangkat mau pulang kampung, sudah dari pagi mengantre namun harus begini,” ujar seorang penumpang, Siti.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved