India Dilanda Gelombang Panas, Suhu Udara Meningkat Capai 45 Derajat Celcius
India dilanda cuaca panas ekstrem yang mencapai 45 derajat celcius dan terjadi lebih cepat tahun ini, yakni Maret 2022
Selain memperhatikan penduduk miskin, Singh mengatakan pemerintah harus memperhatikan kualitas hidup rakyat.
"Gelombang panas dapat berdampak buruk pada kesehatan. Bila suku tetap tinggi pada malam hari, badan tidak bisa beristirahat, sehingga meningkatkan kemungkinan sakit dan tingginya biaya untuk fasilitas kesehatan," katanya.
Sejak 2015, pemerintah federal dan negara bagian mengeluarkan sejumlah langkah untuk mengatasi dampak gelombang panas, seperti melarang orang bekerja di luar ketika suhu udara sangat tinggi.
Dikutip ari Kompas.com, menurut Singh, langkah ini baru efektif bila undang-undang perburuhan dirombak.
"Gedung-gedung di sini dibangun sedemikian rupa sehingga menyimpan panas dan bukannya menjamin adanya ventilasi. Banyak inovasi di dunia internasional yang bisa kami pelajari," katanya.
"Kami telah melakukan sejumlah hal yang benar tapi sejumlah hal lain harus ditingkatkan karena saat ini kami tinggal di tengah suhu panas," tutupnya.
Baca juga: India, China dan Thailand Jadi Korban Setelah Presiden Indonesia Larang Ekspor CPO
Baca juga: India Jajaki Kerja sama Sister City dengan Ibu Kota Kepri Tanjungpinang
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gelombang-panas-yang-terjadi-juli-1911-di-amerika-serikat_20180814_131535.jpg)