India Dilanda Gelombang Panas, Suhu Udara Meningkat Capai 45 Derajat Celcius
India dilanda cuaca panas ekstrem yang mencapai 45 derajat celcius dan terjadi lebih cepat tahun ini, yakni Maret 2022
TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi India memperingatkan suhu udara akan naik di sebagian negara bagian.
Kepala Fungsi Penerangan Sosial Budaya, KBRI Delhi, Hanafi mengatakan panasnya udara mencapai 45 derajat celcius biasanya terjadi pada bulan Juni, namun tahun ini datang lebih cepat.
Tingginya suhu udara yang dimulai pada Maret lalu juga menyebabkan naiknya kebutuhan listrik dan menimbulkan kekhawatiran kekurangan batubara dan semakin seringnya mati listrik.
Pemerintah India memperingatkan rumah sakit-rumah sakit dan jaringan kereta akan segera terdampak.
Tingginya suhu udara diperparah dengan kurangnya curah hujan.
Maret lalu tercatat sebagai bulan terpanas di India sejak 122 tahun lalu.
Suhu udara mencapai 51 drajat celsius di Kota Phalodi, sekitar dua jam dari Jodphur, Rajashthan pada Kamis (28/4/2022), rekor terpanas yang pernah tercatat di India.
Perdana Menteri Narendra Modi kepada para menteri kepala Rabu (27/4/2022) lalu mengatakan, "suhu udara meningkat cepat dan naik jauh lebih cepat dibandingkan biasanya".
Baca juga: Suhu Tubuh di Atas 38 Derajat, RSUD Muhammad Sani Kirim Sampel Suspect Virus Corona ke Jakarta
Baca juga: Indikasi Fenomena Hujan Es, Udara Malam hingga Pagi Terasa Panas, Sempat Terjadi di Batam
Gelombang panas sering terjadi di India, khususnya pada bulan Mei dan Juni.
Namun musim panas mulai jauh lebih awal dengan meningkatnya suhu udara pada Maret lalu.
Pusat kajian Sains dan Lingkungan mengatakan gelombang panas yang terjadi lebih awal melanda sekitar 15 negara bagian, termasuk di utara Himachal Pradesh yang dikenal dengan suhu udara yang segar.
Ahad ini, suhu udara di Delhi diperkirakan melebihi 44 derajat celcius.
Naresh Kumar, seorang ilmuwan senior di Badan Meteorologi India mengatakan gelombang panas saat ini karena faktor atmosfir setempat.
"Salah satu penyebab utama adalah lemahnya gangguan dari arah barat -badai yang berasal dari kawasan Laut Tengah yang menyebabkan rendahnya curah hujan di bagian barat daya dan India tengah," ungkap dia.
Efeknya sangat terasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gelombang-panas-yang-terjadi-juli-1911-di-amerika-serikat_20180814_131535.jpg)