Selasa, 19 Mei 2026

ANAMBAS TERKINI

Nasib Tarian Gobang Pulau Mengkait Anambas di Era Serba Digital

Pulau Mengkait memiliki tarian Gobang yang mencoba bertahan dari gempuran arus globalisasi. Bagaimana warga di sana mempertahankannya?

Tayang:
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Novenri Halomoan Simanjuntak
Potret Pulau Mengkait, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas dari kejauhan dengan hamparan kapal kayu tempel (pompong) nelayan yang terparkir indah di pinggir dermaga, Rabu, (4/5/2022). 

Namun seiring perkembangan waktu, warisan turun temurun itu mulai tergerus.

"Tariannya masih ada, tapi sudah mulai jarang dimainkan karena juga kurangnya perhatian dari para orang tua dan pemerintah desa setempat untuk turut bersama-sama melestarikan," ungkapnya.

Karena tak memiliki balai kesenian, kata Petrus, sejumlah alat musik tarian Gobang kini hanya dititipkan dan dirawat di salah satu rumah warga yang dituakan atau dipercaya masyarakat setempat.

"Balai kesenian kita gak ada disediakan oleh pemerintah setempat. Tapi kalau balai organ atau band ada disediakan yang biasanya dijadikan hiburan makanya lama-lama budaya dan adat ini bisa jadi tergerus," terangnya.

Disinggung, apakah tarian Gobang mengandung hal-hal mistis dan gaib, Petrus menyahut tidak.

Menurutnya, tarian Gobang hanyalah hiburan semata yang alami dilakukan warga.

"Kalau unsur mistis dan gaib tidak ada, karena dalam tarian Gobang itu ada berbalas pantunnya juga. Paling, pemainnya aja yang sebelum beraksi minum arak atau tuak supaya lebih nyaman," jelasnya lagi.

Petrus mengimpikan, tarian Gobang dapat terus lestari dan tak hilang untuk diwariskan kepada generasi dengan adanya campur tangan pemerintah setempat.

"Tentu harapan kita tarian Gobang serta adat dapat kita lestarikan dan jalankan selalu, jangan karena perkembangan zaman yang semakin maju kita lupa dari mana kita berasal," tukasnya.

KUALITAS Mutu Kesehatan

Mutu layanan kesehatan yang optimal di sejumlah gugusan pulau yang termasuk dalam daerah 3 T (Terdepan, Tertinggal, Terpencil) di Anambas, masih sulit dirasakan oleh sejumlah masyarakat.

Hal itu pun masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah setempat, khususnya layanan kesehatan yang ada di Pulau Mengkait.

Akses transportasi yang terbatas serta belum adanya infrastruktur penghubung antar wilayah membuat biaya menjadi mahal untuk sampai ke daerah tersebut

Meski bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) telah berdiri di sana, namun Mengkait masih minim tenaga kesehatan dan sejumlah obat serta alat kesehatan.

Baca juga: Potret Kehidupan Nelayan Pulau Mengkait Anambas, Berharap Dapat Bantuan Radio Pemerintah

Baca juga: Operator Kapal Tanjung Pinang - Batam - Anambas Tambah Armada Antisipasi Arus Balik

Bangunan Pustu pun sering tutup dan tak terlihat adanya aktivitas pengobatan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved