Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Bukti Tak Cukup, TNI AL Lepas MT World Progress, Angkut Turunan CPO Tujuan India

Pangkoarmada I datang ke Karimun untuk menyampaikan perkembangan terkait kapal MT World Progress yang sebelumnya ditahan penyidik TNI AL.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Konferensi pers terkait perkembangan penyelidikan MT World Progress di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Jumat (13/5/2022). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Nasib MT World Progress, kapal tanker yang memuat turun Crude Palm Oil (CPO) saat berada di Selat Malaka menemui titik terang.

Penyidik TNI AL melepas kapal bertonase besar yang rencananya berlayar dengan tujuan India.

Sebelumnya kapal tanker ini ditangkap saat melintas di Selat Malaka, tepatnya di wilayah perairan Rupat, Provinsi Riau pada 27 April 2022 lalu.

Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah bahkan datang langsung ke Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk menyampaikan hasil penyelidikan oleh Lanal TBK.

Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah menyebut jika hasil penyelidikan tidak cukup bukti untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Sehingga kapal tersebut harus dilepas," ungkapnya saat konferensi pers di Mako Lanal Tanjungbalai Karimun, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: INDONESIA Larang Ekspor CPO, Makin Perburuk Gejolak Harga Pasar Minyak Nabati Dunia

Baca juga: Target Kumpulkan 150 Kantong Darah, TNI AL Gelar Donor Darah Rayakan HUT ke-66 Penerbangan

Nasib Akhir MT World Progress 1
Kapal MT World Progress memuat turunan Crude Palm Oil (CPO). Kapal ini sebelumnya sempat ditahan oleh penyidik TNI AL saat melintasi di Selat Malaka, tepatnya di perairan Rupat, Provinsi Riau, 27 April 2022.

Nakhoda kapal berkewarganegaraan Rusia, sebelumnya kurang kooperatif saat diminta menunjukkan dokumen.

Saat penyidik TNI AL meminta dokumen yang diperlukan, ia malah menunjukkan dokumen lama.

Sehingga terjadi miss komunikasi.

Hasil akhir penyelidikan oleh Lanal Karimun, termasuk memeriksa sejumlah dokumen bersama pihak terkait pun terungkap.

Hasilnya, dokumen-dokumen kapal tersebut dinyatakan tidak melanggar aturan.

Sehingga pihaknya tidak bisa membuktikan adanya dugaan pelanggaran yang disangkakan sebelumnya.

"Semuanya lengkap dan sesuai dengan prosedur. Kedatangan saya hari ini, untuk menyampaikan hal ini dan kami melepaskan kembali kapal tersebut," terangnya.

Penyidik TNI AL sebelumnya menahan MT World Progress karena diduga melanggar dokumen mulai dari spesifikasi Gross Ton (GT) kapal yang tertera pada salah satu dokumen berbeda dengan dokumen yang lain.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved