Menuju Endemi Covid-19, Tiga Kegiatan Ini Berpotensi Dongkrak Pariwisata Batam
Ketua Aspabri Kepri, Surya Wijaya sebut kelonggaran aturan pakai masker ini harus didukung aktivitas promosi dari pelaku pariwisata, khususnya Batam
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Covid-19 di Indonesia tampaknya akan segera berubah menuju transisi pandemi menjadi endemi.
Hal ini bisa dilihat dari berbagai aturan pelonggaran pemakaian masker dan juga dibebaskannya syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan dalam maupun luar negeri.
Berbagai kelonggaran aturan ini tentunya berdampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Ketua Aspabri Kepri, Surya Wijaya, menyambut baik aturan baru tersebut, khususnya aturan syarat perjalanan yang semakin mudah dan memangkas biaya tersebut.
"Tentunya ini kabar menggembirakan, dan menjadi rangsangan di sektor pariwisata. Biaya menjadi berkurang, meski masih ada asuransi, dan lain sebagainya," ujar Surya, ketika dihubungi, Kamis (19/5/2022).
Namun, Surya menilai, kebijakan baru ini harus didukung dengan aktivitas promosi yang gencar dari para pelaku pariwisata, agen travel, dan asosiasi. Destinasi-destinasi wisata harus kembali dipromosikan agar wisatawan mancanegara (wisman) semakin yakin untuk berwisata ke Batam.
Selain itu, di masa menuju endemi ini, menurut Surya, ada tiga sektor kegiatan pariwisata yang bisa dimaksimalkan untuk mendorong pariwisata di Batam. Ke tiga kegiatan yang potensial mendatangkan wisatawan itu, adalah Sport Tourism, Wisata Minat Khusus, dan MICE.
Menurut Surya, aktivitas Sport Tourism saat ini potensinya sangat besar, karena peminatnya juga besar.
Baca juga: Satgas Kepri Sambut Baik Kebijakan Presiden Jokowi Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka
Baca juga: Warga Batam Boleh Lepas Masker di Luar Ruangan, Rudi : Kebijakan Pusat Wajib Kita Dukung
Salah satu contoh kegiatan Sport Tourism yang dalam waktu dekat akan digelar adalah event "Piala Kemerdekaan Nusantara". Event ini akan digelar pada Agustus 2022 mendatang, dan merupakan event turnamen olahraga di Batam yang akan diikuti oleh peserta dari negara Singapura, Malaysia, dan Kepri, Indonesia.
Kemudian, kegiatan Wisata Minat Khusus, merupakan konsep wisata yang memiliki segmen khusus, seperti wisata religi atau wisata sejarah. Surya menilai, Kepri memiliki banyak potensi Wisata Minat Khusus, contohnya seperti wisata sejarah di Daek, Lingga.
Terakhir, event kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) juga menjadi komponen wisata yang berpotensi besar menggaet banyak wisatawan. Melalui event-event MICE yang digelar di suatu daerah, maka akan semakin banyak wisatawan yang datang.
"MICE ini contohnya seperti event promosi wisata Welcome to Malaysia yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Event itu akan mendatangkan paling tidak 200 peserta ke Batam. Jadi, selain mereka dapat kesempatan promosi, kita juga mendapat benefit dengan mereka menyewa hotel, transpotasi dan makan di sini," jelas Surya.
Ia menambahkan, di masa endemi ini, pariwisata dapat mulai berjalan kembali. Sebab, dalam endemi, kehidupan masyarakat dapat berlangsung kembali normal dengan berdampingan dengan Covid-19. Covid-19 seolah sudah menjadi penyakit biasa yang mampu dicegah dengan vaksinasi, dan diatasi dengan pemeriksaan serta penanganan memadai.
"Keuntungannya, di masa endemi, kita menjadi tidak was-was lagi menjalankan kegiatan pariwisata, sehingga perekonomian masyarakat bisa pulih kembali," tambah Surya.
(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2201ketua-aspabri-kepri-surya-wijaya.jpg)