Mengenal Virus Hendra yang Menular dari Hewan ke Manusia
Setelah Covid-19 yang tak jelas kapan selesai dan Flu Singapura dan Cacar Monyet baru-baru ini kembali jadi pembahasan kini muncul lagi virus hendra
Virus ini, lanjut dia, berasal dari flying fox-semacam kelelawar yang memakan buah-buahan.
Baca juga: Bintan Bebas Pasien Covid-19 Baru Meski Sehari, Jumlah Aktif Virus Corona Masih 12 Kasus
Baca juga: Virus Corona Serang PMI di Batam Lagi, 94 Pahlawan Devisa Dipindah ke RSKI Covid-19 Galang
"Yang menjadi kenapa manusia sering kali terpapar hendra virus ini, karena kelelawar buah sering akhirnya menginfeksi kuda. Ketika menginfeksi kuda, kotorannya flying fox ini mencemari makanan yang dimakan kuda, itu menginfeksi kuda dan mematikan," papar Dicky, Senin (16/5/2022).
Sejak dilaporkan pada 1994 lalu, infeksi virus hendra tercatat menyebabkan 80 persen kematian pada kuda.
Risiko kematian ini juga terjadi pada manusia yang terpapar virus.
"Tujuh dari 10 manusia yang terkena hendra virus meninggal. Makanya ini suatu penyakit yang sumbernya dari binatang atau zoonotik virus yang mematikan dan berbahaya," imbuhnya.
Meski begitu, ia menyebut penularan virus hendra ke manusia jarang relatif jarang terjadi.
Total, hanya tujuh pasien yang dilaporkan terinfeksi virus ini di beberapa negara maju sampai tahun 2013.
Dicky berkata, virus hendra termasuk kelompok virus lyssa yang menyebabkan rabies.
Diketahui bahwa virus hendra bisa menular dari hewan ke manusia, namun penularan antarmanusia sejauh ini belum ditemukan.
Adapun proses penularannya dapat terjadi ketika seseorang menyentuh kotoran kuda yang sudah terinfeksi.
Ia juga menekankan pentingnya sanitasi atau kebersihan diri, terutama bagi masyarakat yang berada di lingkungan peternakan kuda.
Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik, Ini 4 Manfaatnya untuk Menangkal Virus Covid-19
Baca juga: 5 Gejala dan Cara Mencegah Tertular Covid-19 Omicron, 2 Masker Ini Efektif Halau Virus Omicron
"Ketika satu kuda terpapar, virus di kotorannya ini bisa bertahan empat hari dan itu menyebabkan kenapa pentingnya pembersihan peternakan dilakuan setiap hari," terang Dicky, dikutip dari kompas.com.
Kabar baiknya, virus hendra dapat dicegah dengan pemberian vaksin pada hewan.
Sehingga hewan yang rentan seperti kuda, dapat divaksinasi untuk mencegah maupun mengurangi jumlah virus dalam tubuhnya.
"Tentunya sebagai tindakan pencegahan, harus meningkatkan surveillance terutama flying fox ini kan bisa bermigrasi dan melihat bagaimana pola migrasinya. Itu yang saya kira Indonesia masih harus meningkatkan itu (surveillance) karena masih banyak penyakit hewan yang berpotensi mewabah di manusia," jelasnya.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hiv_20170728_105457.jpg)