Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

Antisipasi PMK Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2022, Ini Tindakan DP3 Anambas

DP3 Anambas akan memperketat masuknya hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban di momen Idul Adha. Langkah ini menyikapi wabah PMK

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Perikanan DP3 Anambas Novrizal 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas akan memproteksi secara ketat sapi yang masuk ke wilayahnya untuk dijadikan kurban jelang Idul Adha.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Perikanan DP3 Anambas Novrizal mengatakan, pencegahan itu sebagaimana instruksi Pemerintah Pusat dan Provinsi Kepri di tengah maraknya kasus Pengakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.

"Untuk mencegah itu, kita akan memperketat masuknya hewan ternak untuk dijadikan kurban di momen Idul Adha ini," ujarnya saat ditemui di Kantor DP3 Anambas, Senin (23/5/2022).

Pencegahan itu dimulai dari tahap sosialisasi kepada sejumlah masyarakat, pengurus masjid dan sejumlah instansi lain yang terkait dalam penanganan hewan kurban.

"Kita sudah lakukan sosialisasi dari Minggu lalu ke masyarakat, Syahbandar, Dishub dan pengurus masjid. Untuk solusi konkretnya kita pasangkan spanduk-spanduk di tiap titik keramaian agar apabila nantinya ada menemukan ciri-ciri gejala PMK dapat menghubungi kami," sebutnya.

Ia melanjutkan, sejumlah sapi yang akan masuk ke Anambas nantinya dan akan terpantau dalam pengawasan. Seperti tahun ini, akan masuk sejumlah pasokan sapi dari Midai dan nantinya harus dilengkapi dengan surat kesehatan dari dokter hewan dan surat keterangan asal hewan.

"Sapi yang masuk itu akan kita awasi dengan meminta laporannya. Sebeluk masuk ke Anambas si penjual wajib sudah harus kirim dulu dengan lampiran foto-foto hewan ternaknya juga," terangnya.

Ia menjelasakan, sapi yang akan dijadikan kurban adalah hewan dalam kategori bersih dan sehat dan apabila terindikasi gejala PMK, maka hewan tersebut akan gagal untuk dikurbankan pada saat Idul Adha nantinya.

Baca juga: Reaksi Pedagang, Sapi di Kepri Akan Didatangkan Dari Lampung Via Jalur Laut Jelang Idul Adha 2022

Baca juga: Waspada PMK, Peternak Sapi di Bintan Berharap Subsidi Vitamin dan Obat dari Pemerintah

"Artinya layak untuk dijadikan kurban itu wajib kita cek kesehatannya. Sapi-sapi yang ada di tiap-tiap masjid nantinya, laporan itu pasti masuk ke kita dulu. Dibeli dari mana sapinya dan apakah sudah dikarantina dan dicek dulu, begitu," jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari kebiasaan tiap tahunnya dalam perayaan Idul Adha, pihaknya akan menurunkan sejumlah petugas untuk melakukan pengecekan lanjutan setelah proses pemotongan dilakukan di tiap masjid-masjid.

"Nanti kita akan lakukan lagi pengecekan dalam perutnya apakah ada penyakit atau tidak, baik di hati atau limpanya. Biasa dari kita nanti akan turun petugas yang mengawasi itu," ujarnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved