Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Polres Karimun Bongkar Penimbunan Solar Subsidi, Picu Kelangkaan BBM Daerah

Polres Karimun membongkar praktik penimbunan BBM solar subsidi yang memicu kelangkaan di daerah itu.

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Ungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan BBM solar bersubsidi Polres Karimun, Senin (30/5/2022). 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Anggota Polres Karimun membongkar penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.

Tiga tersangka tamlah dihadirkan saat ungkap kasus yang dipimpin Wakapolres Karimun serta didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun, Senin (30/5/2022).

Petugas berhasil membekuk tiga tersangka yang berada di Jalan Telaga Tujuh RT 002 RW 003 Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, pada Jumat (27/5/2022).

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi, mengatakan, modus para tersangka ini dengan menyuling minyak jenis solar subsidi di SPBU Poros menggunakan 3 unit truk pengangkut.

Tiga tersangka yang terlibat dalam kasus ini masing-masing berinisial EH yang merupakan pemilik truk.

Baca juga: Kadispar Kepri Sebut Perlu Kolaborasi Sesama Instansi Majukan Pariwisata Karimun

Baca juga: Warga Desa Jang Resah, Kapal Tangkap Sotong Rusak Terumbu Karang, Bawa 15 Ton Solar Nelayan

Sedangkan dua tersangka lainnya berperan sebagai supir pengangkut truk, yakni Ms dan Ys.

"Total barang bukti BBM yang disita dalam kasus ini sebanyak 1,4 ton BBM solar subsidi, 3 unit truk pengangkut dan rekapan data penjualan," ujar AKP Arsyad Riyandi.

AKP Arsyad Riyandi menjelaskan, kegiatan ilegal yang dilakukan para pelaku menjadi salah satu pemicu terjadinya kelangkaan minyak dan antrean panjang di SPBU Poros.

"Para tersangka melakukan penjualan BBM Solar subsidi, dengan cara membeli BBM Solar Subsidi di SPBU Poros dan dibawa kediamannya. Di sana minyak ini mereka jual kembali dengan estimasi keuntungan Rp 60 ribu per jerigen," jelasnya.

Dalam satu hari, mereka bisa sampai tiga kali angkut ke SPBU dan tergantung dari antrean yang terjadi.

"Kasus ini terungkap setelah maraknya kelangkaan minyak jenis BBM Solar subsidi di Karimun baru-baru ini," terangnya.

Hingga saat ini, AKP Arsyad Riyandi masih mendalami akan keterlibatan petugas SPBU dalam kasus penimbunan BBM subsidi tersebut.

Baca juga: Kuota Solar Cuma Dapat 321 Ton, Ini Upaya Pemkab Anambas Penuhi Kekurangan Pasokan Solar

Baca juga: KASUS Penimbunan 1,1 Ton Solar di Batam, Polisi Buru Pemberi Kartu Brizzi dan Penampung BBM

"Untuk keterlibatan itu kita masih melakukan pemeriksaan mendalam. Termasuk daftar nama yang menjual sudah kita amankan sebagai barang bukti dan akan kita mintai keterangan," tegasnya.

Sementara, atas kasus ini para pelaku dijerat dengan Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak, Gas, dan Bumi, dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda maksimal 60 miliar Rupiah.(TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Karimun

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved