Rabu, 3 Juni 2026

BERITA SINGAPURA

Singapura Deteksi 1 Kasus Cacar Monyet Melalui Bandara Changi

Singapura yang dekat dengan Batam, mendeteksi satu kasus cacar monyet lewat Pelabuhan Changi. Provinsi Kepri tak mau kecolongan.

Tayang:
TribunBatam.id via yoursingapore.com
Bandara Internasional Changi Singapura 

TRIBUNBATAM.id - Singapura mendeteksi kasus cacar monyet di negaranya.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengonfirmasi itu pada Senin (6/6/2022) pagi.

Penderita teridentifikasi sebagai seorang pengunjung yang transit melalui Bandara Internasional Changi dalam perjalanannya menuju Bandara Sydney Kingsford Smith, Australia.

Penumpang pria itu dilaporkan terbang dari Barcelona, Spanyol pada 1 Juni 2022.

Otoritas Singapura mencatat kedatangannya di Bandara Internasional Changi keesokan harinya atau 2 Juni 2022.

Status positif cacar monyet terdeteksi di Sydney ketika pria yang bersangkutan menjalani pengecekan.

Kemenkes Singapura lebih jauh menyampaikan, pria yang tidak disebutkan umurnya ini menghabiskan seluruh waktu transitnya di ruang transit Bandara Changi hingga penerbangan berikutnya pada 3 Juni.

Baca juga: Warga Singapura Viral Bikin Aturan Ketat Buat ART, Kamar Tak Boleh Kunci

Baca juga: Ratusan Wisman Singapura Masuk Batam lewat Event MICE, UMKM Kembali Bergairah

Sejauh ini, MOH meminta warga Singapura tidak perlu cemas karena tidak adanya risiko penularan virus cacar monyet ke masyarakat.

Untuk berjaga-jaga, Kemenkes Singapura dengan cepat melakukan pelacakan kontak (contact tracing) ke seluruh penumpang dua penerbangan tersebut dan orang-orang yang kemungkinan berkontak fisik dengan penderita di ruang transit.

Hingga saat ini tidak ditemukan kontak dekat, sehingga karantina tidak perlu diterapkan.

Namun, 13 orang yang ditelusuri berkontak fisik dengan penderita akan dipantau khusus kondisi kesehatannya melalui telepon setiap hari selama tiga minggu ke depan.

Jika ada yang menunjukan gejala-gejala cacar monyet, otoritas akan segera membawa pasien ke National Centre for Infectious Diseases.

Adapun penemuan kasus ini tidak terlalu mengejutkan.

Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung pekan lalu mengatakan, seharusnya tak mengherankan jika Singapura akan mendeteksi kasus cacar monyet dalam beberapa minggu mendatang.

Sebab, kata Ong, orang-orang di Singapura terus bepergian secara luas dan karena posisinya sebagai pusat komersial serta Internasional.

Akan tetapi, dia meyakinkan bahwa Singapura sudah menerapkan protokol dan langkah-langkah kesehatan masyarakat yang diperlukan jika terjadi ledakan kasus cacar monyet.

Ong melanjutkan, cacar monyet sangat tidak mungkin menjadi pandemi seperti covid-19.

"Cacar monyet ditularkan sebagian besar melalui kontak fisik yang dekat, dan tidak melalui udara seperti covid-19, yang menular lebih cepat dan luas," jelas menteri berusia 52 tahun itu.

Baca juga: 2 Menteri Indonesia Lobi Singapura, Sandiaga Uno Bakal Buat Pulau Bintan Pelabuhan Kapal Pesiar

Baca juga: Warga Singapura Panik, Malaysia Berlakukan Larangan Ekspor Ayam Mulai 1 Juni 2022

BATAM Perketat Pintu Masuk

Kasus cacar monyet atau monkeypox belum ditemukan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Meski begitu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam tetap waspada dengan meningkatkan pengawasan, khususnya di pintu-pintu masuk kedatangan di Batam.

Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP Batam, Romer Simanungkalit mengatakan, pihaknya akan memperkuat pengawasan di pintu masuk kedatangan sebagai langkah antisipasi.

"Sampai saat ini belum ada terdeteksi di Batam. Kita terus lakukan pengawasan, hanya saja saat ini ada pengetatan pengawasan di pintu masuk kedatangan dari luar negeri," ujarnya, Rabu (1/6/2022).

Menurutnya, pengetatan pengawasan di pintu masuk kedatangan ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/2752/2022 tentang kewaspadaan terhadap penyakit monkeypox di negara non endemis.

Batam yang menjadi daerah berbatasan langsung dengan negara tetangga berpotensi atau rawan terjangkit virus cacar monyet tersebut.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing dengan Singapura, BP Batam Kembangkan Pelabuhan Batu Ampar

Baca juga: Wisata MICE Bergairah, CEO Muda Singapura Bersama 200 Anggota YPO Bakal Kunjungi Batam 

"Ada potensi karena kita sebagai jalur pintu masuk," tambah Romer.

Adapun isi surat edaran ini adalah meminta Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang (awak, personel, dan penumpang).

Kemudian alat angkut, barang bawaan, vektor, dan lingkungan pelabuhan dan bandara, terutama yang berasal dari negara terjangkit saat ini.

Meningkatkan upaya promosi kesehatan bagi masyarakat bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas darat negara.

Mengkoordinasikan pelayanan kesehatan dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit setempat.

Lalu berkoordinasi dengan Otoritas Imigrasi dalam penelusuran data ketika ditemukan kasus dari warga negara asing dan berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan dalam hal mendeteksi penumpang dengan penyakit Monkeypox.

"Kita juga diminta untuk memantau dan melaporkan kasus yang ditemukan sesuai dengan definisi operasional kepada Dirjen P2P," sambung Romer.

Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Rujukan, dalam melakukan pemantauan berupa pemeriksaan spesimen untuk deteksi Monkeypox.

Baca juga: Singapura Negeri Mungil Tetangga Kepulauan Riau Tapi Buat Indonesia Impor BBM

Baca juga: Syarat Masuk Singapura dari Batam Kepri, Siapkan Dokumen Ini untuk Kemudahan Transportasi

Melakukan asesmen mandiri terkait kapasitas dan sumber daya yang ada terkait pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi lebih dari 100 kasus cacar monyet ditemukan setidaknya di 11 negara, terutama di Eropa.

Jerman menganggap cacar monyet menjadi wabah terbesar di Eropa saat ini.

Selain Jerman, 10 negara lainnya yang mencatat kasus cacar monyet yakni Belgia, Prancis, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Adapun sederet gejala penderita cacar monyet yang wajib diwaspadai adalah sebagai berikut:

Sakit kepala, demam akut di atas 38,5 derajat celcius, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri otot/Myalgia, sakit punggung, asthenia (kelemahan tubuh).

Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan orang ataupun hewan yang terinfeksi, atau melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.(TribunBatam.id/Bereslumbantobing) (Kompas.com/Ericssen)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved